Senin, 10 Oktober 2016

Masalah Klasik Indonesia

SOLUSI TEPAT MENGATASI BANJIR



               Banjir merupakan bencana yang menjadi langganan di beberapa wilayah di Indonesia. setiap tahunnya hampir pasti wilayah-wilayah seperti Jakarta, Bojonegoro, Bandung, Semarang, Kalimantan, Padang dilanda bencana banjir. Tak terhitung lagi berapa nyawa yang telah menjadi korban dan berapa kerugian material yang kita rasakan, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2015 saja kerugian Material akibat banjir di seluruh indonesia mencapai 158,9 Triliyun rupiah itu pun di hitung dari bangunan-bangunan yang rusak saja. Bencana dan Kerugian yang besar itu di sebabkan oleh beberapa hal seperti meledaknya jumlah penduduk, pendangkalan sungai, menghilangnya daerah resapan air, pertumbuhan bangunan-bangunan baru  yang terlalu pesat, dan tak dapat di pungkiri rendahnya kesadaran masyarakat akan lingkungannya merupakan hal yang paling berpengaruh akan datangnya bencana banjir.

               Pemimpin di negeri ini silih berganti dengan merencanakan beberapa solusi dalam mengatasi banjir.
namun solusi-solusi tersebut seperti kurang ampuh Untuk mungurangi intensitas datang banjir,setiap tahun nya selalu saja masih ada wilayah yang dilanda banjir. Salah satu solusi yang di anggap paling ampuh adalah dengan memanipulasi  curah hujan dengan rekayasa cuaca walaupun terbilang ampuh namun harus di ketahui biaya yang di butuhkan sangat besar, pada kesempatan kali ini akan kami jabarkan beberapa solusi yang tepat untuk mengatasi bencana banjir.

                Pertama kita dapat mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau dengan cara memperbanyak taman dan hutan kota yang minimal 30% dari luas wilayah daerah tersebut. fungsinya ruang terbuka hijau itu sendiri sebagai daerah resapan apabila curah hujan sangat tinggi sehingga memperkecil debit air yang mengalir ke sungai.

                Kedua, melakukan normalisasi sungai dengan cara mengembalikan lebar dan kedalaman sungai. merelokasi rumah-rumah ditepian sungai merupakan fokus utama dalam hal ini. karena rumah-rumah tersebut merupakan penyebab mendangkalnya sungai, karena banyak terjadi nya pengurukan tepian sungai.

                Ketiga, memperbaiki birokrasi perijinan pembangunan bangunan-bangunan baru yang selama ini di anggap banyak menyalahi ijin sehingga banyak Ruang terbuka hijau yang beralih menjadi bangunan dengan dalih untuk menutupi kebutuhan tempat tinggal masyarakat. pada dasarnya kebutuhan tempat tinggal yang sangat tinggi dapat di atasi dengan membuat permukiman secara vertikal atau juga bisa membuat konsep kampung deret.

                  Keempat dan yang paling penting adalah pemerintah harus meningkatkan kesadaran masyarakat akan lingkungan karena selama ini justru masyarakatlah yang menyebabkan datangnya banjir dengan membuang sampah sembarangan. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan lingkungan di harapkan jumlah sampah yang di buang sembarangan ke sungai akan berkurang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar