Minggu, 06 November 2016

Budaya Organisasi Perusahaan Bank Mandiri

A.       Pengertian Umum Budaya Organisasi
Budaya merupakan salah satu aspek esensial yang membentuk suatu masyarakat. Budaya mampu menciptakan norma, nilai-nilai, asumsi dan kepercayaan bagi masyarakat. Budaya juga dapat dikatakan sebagai salah satu unsur utama dalam membentuk sebuah masyarakat. Kebutuhan akan budaya tidak hanya diperuntukan untuk masyarakat secara umum, namun masyarakat dalam organisasi juga membutuhkannya.
Budaya dalam masyarakat organisasi, disebut sebagai budaya organisasi. Budaya organisasi secara sederhana dapat dikatakan sebagai norma nilai-nilai, asumsi dan kepercayaan yang dibuat oleh petinggi dalam perusahaan untuk diimplementasikan kepada publik perusahaannya. Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Wood (dalam Ambargo, 20 mei 2013) menjelaskan budaya organisasi sebagai sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri. Sedangkan menurut Tosi (dalam Ambargo, 20 mei 2013), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.
Untuk memahami budaya organisasi lebih dalam, kami telah melakukan observasi. Organisasi yang kami gunakan dalam observasi ini adalah Bank Mandiri. Bank Mandiri kami ambil sebagai objek observasi, karena Bank ini merupakan salah satu organisasi BUMN yang bergerak dibidang perbankan.
Budaya kerja yang dilaksanakan secara baik dapat mengubah sikap dan perilaku Sumber Daya Manusia ( SDM ) dalam pencapaian produktivitas kerja yang lebih tinggi. Manfaat dari budaya kerja antara lain :
- Menjamin hasil kerja dengan kualitas yang terbaik.
- Membuka seluruh jaringan komunikasi, keterbukaan, kebersamaan dan kekeluargaan.
- Lebih mudah untuk menemukan kesalahan dan cepat untuk memperbaikinya.
- Cepat menyesuaikan diri dengan dunia luar.
- Mengurangi laporan berupa data dan informasi yang salah.
- Meningkatnya kepuasan di dalam bekerja.
- Membuat pergaulan menjadi lebih akrab.
- Meningkatnya tingkat kedisiplinan di dalam kerja.
- Mengurangi pengawasan secara fungsional.
- Mengurangi tingkat absensi dan pemborosan.

B.        Gambaran Umum Perusahaan Bank Mandiri
  1.   Sejarah Bank Mandiri

Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah -- yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia -- dilebur menjadi Bank Mandiri, dimana masing-masing bank tersebut memiliki peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia.
Untuk mendukung berbagai segmen usahanya, Bank Mandiri membangun budaya kerja berbasis kinerja yang kuat di seluruh organisasi. Bank Mandiri menerapkan sistem organisasi berbasis Strategic Business Unit (SBU) yang terdiri dari berbagai unit bisnis yang strategis. Unit bisnis strategis ini akan bergerak sebagai generator penghasil profit pertumbuhan Bank Mandiri di masa depan, sebagai inti dari perusahaan dan juga sebagai layanan fungsi bersama. Bank Mandiri juga didukung oleh beberapa perusahaan anak untuk meningkatkan performa unit-unit bisnis strategisnya, diantaranya Corporate Banking, Commercial Business Banking, Micro & Retail Banking, Treasury & International Banking serta Consumer Finance.
Bank Mandiri senantiasa mencari peluang bisnis yang saling menguntungkan guna menciptakan sinergi, membangun aliansi sekaligus memperkuat bisnis pendukungnya melalui perusahaan anak Bank Mandiri, diantaranya Mandiri Sekuritas yang bergerak di bidang investment banking, Mandiri AXA Financial Service yang bergerak di bidang asuransi, Bank Syariah Mandiri yang bergerak di bidang perbankan syariah, Bank Sinar Harapan Bali yang bergerak di bidang perbankan mikro dan Mandiri Tunas Finance yang bergerak di bidang multi-finance. Di tahun 2011, Bank Mandiri berhasil mengakuisisi Mandiri AXA General Insurance (MAGI), yaitu perusahaan hasil kerjasama antara Bank Mandiri dan AXA Societe Anonyme, untuk memperkuat penetrasi Bank Mandiri di bisnis asuransi umum. Dengan memiliki berbagai perusahaan anak yang mendukung bisnis kami, Bank Mandiri kini memegang peranan sebagai institusi finansial holding terkuat di Indonesia.
 2. Arti dan Filosofi Logo Baru Bank Mandiri



Perubahan Logo Bank Mandiri tidak mengubah Legal Name (PT Bank Mandiri (Persero)                     Tbk.), dan Nick Name (Bank Mandiri).
Logo baru Bank Mandiri (tanpa kata bank) sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia ke depan yang akan mengijinkan Bank untuk menjual produk-produk non Bank seperti Reksadana, Bank Insurance dll, serta sejalan dengan rencana Bank Mandiri memiliki anak perusahaan non Bank.
 Bentuk Logo dengan huruf kecil
Melambangkan sikap ramah dan rendah hati
· Ramah terhadap semua segmen bisnis yang dimasuki, menunjukkan keinginan yang besar untuk melayani dengan rendah hati (Customer Focus)
Warna Huruf Biru Tua
· Biru melambangkan rasa nyaman, tenang, menyejukkan, warna ini umumnya dipakai oleh institusi di bidang jasa.
·Warisan luhur, stabilitas (Command, memimpin) dan serius (Respect) serta tahan uji (Reliable)
· Dasar pondasi yang kuat, berhubungan dengan kesetiaan, hal yang dapat dipercaya, kehormatan yang tinggi (Trust, Integrity).
·  Simbol dari spesialis (Professionalism)

 Bentuk Gelombang Emas Cair
Gelombang emas cair sebagai simbol dari kekayaan finansial di Asia.
 · Lengkungan emas sebagai metamorphosa dari sifat Agile, Progresif, Pandangan ke depan. (Excellence), fleksibilitas serta ketangguhan atas segala kemungkinan yang akan datang.
Warna Kuning Emas (kuning ke arah orange)
 · Warna logam mulia (emas) menunjukkan keagungan, kemuliaan, kemakmuran, kekayaan.
 · Menjadikan kita merasa tajam perhatiannya (warna yang menarik perhatian orang), aktif, kreatif dan meriah, warna spiritual dan melambangkan hal yang luar biasa
 · Warna ini juga ramah, menyenangkan dan nyaman
 · Warna ini diterima sebagai warna riang, membuat perasaan Anda bahwa masa depan lebih baik, cemerlang dan menyala-nyala.
 3.  Hasil Observasi Budaya Organisasi
Bank Mandiri memiliki budaya organisasi yang bernama TIPCE. TIPCE merupakan akronim dari Trust, Integrity, Professionalism, Costumer Fokus, Excelence. Trust merupakan kegiatan membangun keyakinan dan sangka baik diantara stakeholders dalam hubungan yang tulus dan terbuka berdasarkan kehandalan. Integrity didefiniskan sebagai berpikir, berkata dan berperilaku terpuji, menjaga martabat serta menjunjung tinggi kode etik profesi. Profesionalism adalah Berkomitmen untuk bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab. Costumer Fokus adalah Senantiasa menjadikan pelanggan sebagai mitra utama yang saling menguntungkan untuk tumbuh secara berkesinambungan. Excellence adalah Mengembangkan dan melakukan perbaikan di segala bidang untuk mendapatkan nilai tambah optimal dan hasil yang terbaik secara terus-menerus.
Budaya organisasi TIPCE yang dimiliki Bank Mandiri ternyata merepresentasikan setiap perilaku yang harus ditaati publik internalnya.
·  Kepercayaan (Trust) mencerminkan perilaku saling menghargai dan kerjasama, jujur, tulus, serta saling terbuka kepada setiap publik internal.
·  Integritas (Integrity) mencerminkan kedisiplinan dan konsistensi dalam setiap perilaku, serta berpikir, berkata, dan bertindak terpuji sebagai wujud menjaga martabat dan menjunjung tinggi kode etik profesi.
·  Profesionalisme (Professionalism) mencerminkan komitmen untuk bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab serta memberikan solusi dan hasil terbaik.
·    Fokus pada Pelanggan (Customer Focus) mencerminkan sikap inovatif, proaktif dan cepat tanggap dalam memberikan pelayanan pada pelanggan, serta menempatkan pelanggan pada prioritas utama pelayanan demi terciptanya kepuasan pelanggan.
· Kesempurnaan (Excellence) mencerminkan bahwa pekerjaan berorientasi pada nilai tambah dan perbaikan yang terus menerus dilakukan dengan tetap peduli terhadap lingkungan.

Refrensi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar