Minggu, 31 Maret 2019

Mimpi Link Aja Menggeser Hegemoni Gopay Dan Ovo


Mimpi Link Aja Menggeser Hegemoni Gopay Dan Ovo




Di era sekarang ini banyak transaksi yang dilakukan masyarakat banyak menggunakan dana digital, mungkin sudah tidak asing bagi telinga kita jika mendengar kata gopay dan ovo, apa yang tersirat di benak kita? Pasti wah diskon lagi atau cash back lagi jadi semakin tergiur untuk melakukan banyak transaksi.
Tapi sudah tahukah bahwa pemerintah dalam merespon semakin meningkatnya transaksi dana digital yang sudah tak mungkin di hindari lagi maka pemerintah melalui 4 perusahaan plat merahnya telah di launching sebuah dana digital yaitu linkAja pada tahap awal ini T-cash telah berubah menjadi LinkAja. Setelahnya akan digabung Tbank dari BRI, Yap! dari BNI dan ecash dari Bank Mandiri. Saham terbesar akan dipegang oleh Telkomsel sebesar 25%. Sementara, tiga bank, yakni Bank Mandiri, BNI dan BRI, akan memegang saham masing-masing 20%. Sementara, BTN dan PT Pertamina (Persero) memegang masing-masing 7% dan Jiwasraya akan memegang 1% saham. LinkAja di harapkan dapat bersaing dengan ketenaran Gopay dan ovo walaupun masih memerlukan usaha yang sangat keras.
Berikut penulis coba akan membandingan atara ketiga layanan dana digital tersebut. LinkAja juga dilengkapi teknologi pembaca cepat atau quick response (QR) Code dan near field communication (NFC). Untuk ketersedian dana LinkAja masih menggunakan mekanisme top up, dimana pengguna tidak akan dikenakan biaya bila topup melalui Bank BUMN.

Untuk GoPay bisa digunakan untuk melakukan pembayaran tagihan transportasi dari layanan Go-Jek. Pengguna juga bisa menggunakan GoPay untuk membayar tagihan pengiriman dokumen dan barang, beli pulsa, beli tiket pesawat, belanja di merchant beli tiket bioskop, beli voucher hingga beli pulsa.

Sama seperti LinkAja, untuk mengisi GoPay dilakukan dengan Top up melalui merchant atau mitra driver, ATM, kartu debit dan internet banking dari bank tertentu. GoPay baru dilengkapi fasilitas QR Code. GoPay juga menyediakan layanan transfer dana.

Lainnya OVO. Pembayaran digital milik Grup Lippo ini menyediakan fitur pembayaran tagihan listrik, pulsa dan paket data, BPJS Kesehatan, TV kabel dan langganan layanan streaming hingga bayar iuran lingkungan.

OVO juga memberikan layanan transfer dana yang dilengkapi dengan teknologi QR Code. Untuk penyediaan dana, OVO memberikan kesempatan top up melalui ATM, kartu debit dan internet banking dari bank tertentu.
Tahapan awal, LinkAja akan bekerja keras untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem dan sumber daya yang dimiliki sehingga dapat berjalan dengan stabil agar memberikan kenyamanan bagi para pengguna bila banyak yang telah menggunakan LinkAja akan terus stabil tanpa gangguan,

Nantinya dalam upaya menggoyahkan hegemoni yang dimiliki oleh gopay dan ovo linkaja akan memakai strategi yang sama berupa promo-promo dan potongan harga bagi konsumen, linkaja kan dana digital plat merah banyak Bumn yang bisa di ajak kerjasama untuk memberika potongan harga.
 LinkAja akan mengandalkan nasabah-nasabah eksisting yang ada di bank selama ini. Misalnya nasabah korporasi yang memiliki ritel bisnis seperti food and beverage. Nantinya ini akan diajak kerjasama untuk promosi. Jadi kekuatan LinkAja lebih ke situ, satu paket dikasih kredit sampai ke perusahaan. Terus kita kasih promo diskon.
Strategi berikutnya adalah LinkAja akan mengikuti pendahulunya dengan strategi bakar uang namun bukan untuk memberikan promosi berupa diskon atau cash back melainkan dengan melakukan iklan yang sangat masif dan repitisi yang banyak. Dengan strategi tersebut, LinkAja akan semakin dikenal masyarakat, hingga akhirnya, basis data pelanggan (customer based) bisa terus meningkat dan transaksi melalui LinkAja terus meningkat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar