Mimpi
Link Aja Menggeser Hegemoni Gopay Dan Ovo
Di era sekarang ini banyak transaksi
yang dilakukan masyarakat banyak menggunakan dana digital, mungkin sudah tidak
asing bagi telinga kita jika mendengar kata gopay dan ovo, apa yang tersirat di
benak kita? Pasti wah diskon lagi atau cash back lagi jadi semakin tergiur
untuk melakukan banyak transaksi.
Tapi sudah tahukah bahwa pemerintah dalam
merespon semakin meningkatnya transaksi dana digital yang sudah tak mungkin di
hindari lagi maka pemerintah melalui 4 perusahaan plat merahnya telah di
launching sebuah dana digital yaitu linkAja pada tahap awal ini T-cash telah
berubah menjadi LinkAja. Setelahnya akan digabung Tbank dari BRI, Yap! dari BNI
dan ecash dari Bank Mandiri. Saham terbesar akan dipegang oleh Telkomsel
sebesar 25%. Sementara, tiga bank, yakni Bank Mandiri, BNI dan BRI, akan
memegang saham masing-masing 20%. Sementara, BTN dan PT Pertamina (Persero)
memegang masing-masing 7% dan Jiwasraya akan memegang 1% saham. LinkAja di
harapkan dapat bersaing dengan ketenaran Gopay dan ovo walaupun masih
memerlukan usaha yang sangat keras.
Berikut penulis coba akan membandingan
atara ketiga layanan dana digital tersebut. LinkAja juga dilengkapi teknologi
pembaca cepat atau quick response (QR) Code dan near field communication (NFC).
Untuk ketersedian dana LinkAja masih menggunakan mekanisme top up, dimana
pengguna tidak akan dikenakan biaya bila topup melalui Bank BUMN.
Untuk GoPay bisa digunakan untuk
melakukan pembayaran tagihan transportasi dari layanan Go-Jek. Pengguna juga
bisa menggunakan GoPay untuk membayar tagihan pengiriman dokumen dan barang,
beli pulsa, beli tiket pesawat, belanja di merchant beli tiket bioskop, beli
voucher hingga beli pulsa.
Sama seperti LinkAja, untuk mengisi
GoPay dilakukan dengan Top up melalui merchant atau mitra driver, ATM, kartu
debit dan internet banking dari bank tertentu. GoPay baru dilengkapi fasilitas
QR Code. GoPay juga menyediakan layanan transfer dana.
Lainnya OVO. Pembayaran digital milik
Grup Lippo ini menyediakan fitur pembayaran tagihan listrik, pulsa dan paket
data, BPJS Kesehatan, TV kabel dan langganan layanan streaming hingga bayar
iuran lingkungan.
OVO juga memberikan layanan transfer
dana yang dilengkapi dengan teknologi QR Code. Untuk penyediaan dana, OVO
memberikan kesempatan top up melalui ATM, kartu debit dan internet banking dari
bank tertentu.
Tahapan awal, LinkAja akan bekerja keras
untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem dan sumber daya yang dimiliki sehingga
dapat berjalan dengan stabil agar memberikan kenyamanan bagi para pengguna bila
banyak yang telah menggunakan LinkAja akan terus stabil tanpa gangguan,
Nantinya dalam upaya menggoyahkan
hegemoni yang dimiliki oleh gopay dan ovo linkaja akan memakai strategi yang
sama berupa promo-promo dan potongan harga bagi konsumen, linkaja kan dana
digital plat merah banyak Bumn yang bisa di ajak kerjasama untuk memberika
potongan harga.
LinkAja akan mengandalkan nasabah-nasabah
eksisting yang ada di bank selama ini. Misalnya nasabah korporasi yang memiliki
ritel bisnis seperti food and beverage. Nantinya ini akan diajak kerjasama
untuk promosi. Jadi kekuatan LinkAja lebih ke situ, satu paket dikasih kredit
sampai ke perusahaan. Terus kita kasih promo diskon.
Strategi berikutnya adalah LinkAja akan
mengikuti pendahulunya dengan strategi bakar uang namun bukan untuk memberikan
promosi berupa diskon atau cash back melainkan dengan melakukan iklan yang
sangat masif dan repitisi yang banyak. Dengan strategi tersebut, LinkAja akan
semakin dikenal masyarakat, hingga akhirnya, basis data pelanggan (customer
based) bisa terus meningkat dan transaksi melalui LinkAja terus meningkat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar