Minggu, 28 April 2019

Profit Vs Pertumbuhan


Profit VS Pertumbuhan


Sebelumnya kita membahas tentang burn rate, setelah melewati fase sulit burn rate maka perusahaan akan mengalami provit atau keuntungan dari operasi yang telah di jalankan perusahaan, lalu timbul pertanyaan mana yang lebih penting Profit usaha atau pertumbuhan usaha? Profit atau keuntungan memang hal yang sangat di harapkan oleh seluruh pelaku usaha namun tanpa kita sadari perusahaan kita untuk usahanya begitu-begitu saja bertahun-tahun jalan tampa ada perkembangan dan pertumbuhan yang berarti yang membuat kita terjebak di zona nyaman dan takut mengambil keputusan yang berisiko untuk kemajuan usaha yang kita jalankan.  Namun apakah benar “Profit penting tapi pertumbuhan usaha lebih penting lagi”?

Profit dan pertumbuhan usaha adalah  indikator untuk mengetahui apakah sebuah usaha Anda dapat dikatakan sehat. Meskipun sekilas kedua indikator ini terlihat sejalan namun ternyata bisa jadi saling bertolak belakang. Mengapa bisa terjadi demikian? Cobalah berhenti sejenak dari rutinitas operasional Anda. Mari kita mulai evaluasi. Perhatikanlah apakah omset usaha Anda naik (pertumbuhan naik) tetapi keuntungan semakin mengecil atau sebaliknya? Apakah modal yang Anda keluarkan semakin besar namun stagnan tidak berputar kembali menjadi balik modal atau profit? Apakah jumlah pelanggan naik tetapi keuntungan tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan? Apakah biaya operasional bisnis Anda membengkak? Lalu apakah ada yang harus diefisiensikan? Jika jawabannya ternyata pertumbuhan usaha anda tidak sejalan dengan profit yang didapatkan, maka anda harus segera melakukan evaluasi kembali dan mengambil langkah taktis.

Ada usaha-usaha yang memang sulit untuk melakukan pertumbuhan, untuk mencapai BEP saja membutuhkan waktu yang lama. Tapi ada pula yang sudah berpuas diri dengan usahanya sehinga tidak ingin mengambil resiko tambahan. Jadi sebenarnya profit dan pertumbuhan usaha tidak lebih penting satu sama lain. Keduanya sama pentingnya bergantung pada kondisi perusahaan masing-masing. Yang jelas pertumbuhan sulit didapat tanpa adanya profit. Sedangkan profit juga akan sulit meningkat bila pertumbuhan tidak berlangsung. Profit bisa menjadi salah satu indikator untuk mengukur pertumbuhan. Tapi tidak juga membuat Anda berdiam diri dalam usaha melakukan pertumbuhan dengan hanya berpatok pada profit.

Banyak cara yang bisa Anda gunakan untuk mendefinisikan pertumbuhan untuk usaha Anda sendiri.  Jadikan pertumbuhan usaha itu menjadi sebuah mind-set ketimbang sebuah fixed-goal, terlepas dari bagaimana kita membuat ukuran dan durasi pencapaiannya. Lingkup pertumbuhan usaha dapat lebih dari sekedar profitabilitas, melainkan juga meliputi penambahan kompetensi, wawasan dan mentalitas dari seluruh personel yang ada.   Anda juga dapat membuat ukuran sendiri bagi pertumbuhan usaha Anda dengan pertimbangan kondisi serta tantangan yang Anda hadapi. Misalkan berdasarkan komparasi dengan usaha kompetitor, atau mengukur presentase dalam kurun waktu tertentu, atau berbagai inovasi maupun efisiensi dalam menjalankan usaha Anda, atau mungkin patokan lainnya. Tidak harus dengan ukuran penambahan profit bukan?

Mengapa pertumbuhan itu penting? Karena orang-orang yang beruntung adalah yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Begitu pula dalam dunia bisnis, jatuh bangun adalah sebuah keniscayaan dan akan menjadi hal yang sangat berharga. Pengalaman hadir untuk membuat kita terus belajar untuk menjadi lebih baik.

Rabu, 24 April 2019

Burn Rate


Burn Rate



Dalam mendirikan dan menjalankan suatu usaha yang baru salah satu hal penting yang perlu kita pertimbangkan dan hitung secara seksama adalah Burn Rate, banyak perusahaan-perusahaan baik konvensional ataupun berbasis Start up layu sebelum berkembang karena kehabisan modal kerja, bahkan menurut CB Insight Pengelolaan burn rate yang buruk adalah penyebab nomor dua di dunia yg membuat banyak perusahaan gulung tikar. Agar lebih jelas mari kita bahas apa itu brun rate ?
Apa itu burn rate? Pada dasarnya, dana yang kita  pakai untuk menjalankan bisnis tiap bulan ada dua tipe: bruto (total biaya) dan neto (total kerugian). Burn rate bruto adalah total dari seluruh pengeluaran tetap kita setiap bulannya, sedangkan burn rate neto turut memperhitungkan pendapatan dan kalkulasi jumlah dana yang perlu kita tambahkan ke bisnis untuk menutupi kerugian.
Biar saya jelaskan terlebih dahulu. Burn rate yang tinggi tidak selalu berarti buruk, terutama ketika kita mampu mengeksekusi rencana dan mencapai target yang telah ditetapkan. Semuanya tergantung justifikasi dan bukti. Apakah burn rate kita tinggi? Ya. Apa kamu mencapai target karena menghabiskan banyak dana, sehingga burn rate tinggi itu dapat dimaklumi? Tidak? Bila jawabannya demikian, maka kita punya masalah. Apakah burn rate rendah selalu bagus? Tidak. Semuanya berujung pada dilema yang sama: profit vs pertumbuhan. Minimarket di seberang jalan pada hari ini meraih laba. Tapi laba dalam skala kecil tidak berarti banyak bagi kebanyakan investor. Kerugian tidak serta-merta membuat investor takut, mereka sudah terbiasa, dan kerugian diperlukan untuk mencapai tingkat pertumbuhan tinggi.
Meski begitu, terdapat juga tanda-tanda penting. Ketika beban biaya mulai tidak masuk akal dan kerugian yang dialami sebagian besar disebabkan oleh angka gaji yang terlalu tinggi, kemewahan kantor, dan biaya perjalanan keluar negeri tanpa tujuan strategis yang jelas.

Tugas 5 Etika Bisnis# "Jenis Pasar, Latar Belakang Monopoli, Etika Dalam Pasar Kompetitif"

Nama : Niken Ayu Larasati
NPM : 15216420
Kelas : 3EA12
Mata Kuliah : Etika Bisnis#

Rabu, 17 April 2019

Peluang Usaha Buket Snack Untuk Wisuda


Peluang Usaha Buket Snack Untuk Wisuda



Di kalangan mahasiswa biasa saling mendukung satu sama lain terutama bila ada momen-momen penting seperti sidang skripsi atau wisuda, untuk merayakan kelulusan sahabat atau temannya biasanya mereka memberikan kado berupa buket bunga, baik buket bunga asli ataupun buket bunga artifisial. Namun dewasa ini di awali dari rasa bosan dengan kado yang begitu-begitu saja berupa buket bunga, maka munculah alternative berupa  buket snack, yaitu rangkaian aneka makanan ringan dalam bentuk buket, kreasi yang tetap menarik untuk dijadikan hadiah, bila dirasa sederhana, menggabungkan dengan bunga atau souvenir lain menjadi semakin menarik. Bagaimana membuatnya? tidaklah sulit mempelajarinya, banyak tutorial yang menjelaskan caranya. Ingin yang praktis sudah banyak yang menawarkannya di media sosial ataupun toko-toko online. Sebagai peluang usaha tidak ada salahnya dijajaki, sudah banyak yang menjalaninya.
Tulisan berikut ini bukan sebuah analisa usaha, hanya melihat dari hal-hal yang sederhana, yakni apa yang diperlukan dan apa yang disuka. MENGAPA BUKET SNACK? Banyak alasan memilih buket snack, empat diantaranya adalah Praktis, hampir setiap orang senang makan snack, daripada bingung mencari dan memilih hadiah apa yang disukai teman kita, tentunya snack cukup representatif dijadikan sebagai hadiah. Mudah, membuat buket MAKANAN RINGAN (SNACK)
Beragam makanan ringan yang bisa dipilih dengan ketersediaan yang sangat banyak dan mudah diperoleh mulai dari toko kecil hingga toko grosir. Makanan ringan menjadi bahan utama yang ditonjolkan sekaligus sebagai komponen utama dalam penentuan harga jual buket sehingga pemilihan jenis makanan perlu kiranya mempertimbangkan banyak faktor, antara lain: acara (misal: ulang tahun, kelulusan, wisuda), segmen pasar (anak-anak atau dewasa), jenis kelamin, hingga varian rasa.
Untuk memulai usaha Buket snack harus disiapkan hal hal sebagai berikut :

1.      PEMBUNGKUS BUKET Sama seperti halnya makanan ringan, pembungkus buket menjadi komponen yang perlu diperhatikan, misalnya, apakah buket diperuntukkan laki-laki atau perempuan, apakah untuk anak-anak atau dewasa. Banyak media yang dapat digunakan sebagai pembungkus buket, salah satu diantaranya yang banyak dipilih konsumen adalah kain spund bond (kain laken). Kain ini ada yang bermotif dan polos dengan warna yang beragam sehingga memberikan keleluasaan dalam memadukan warna. Memiliki ketebalan berbeda-beda, antara lain 50 hingga 100 gram, banyak konsumen yang tidak memperhatikan ketebalan kain ini, namun ketebalan 75 gram lebih banyak dipakai. Kebutuhan kain laken tergantung pada ukuran buket yang akan dibuat, untuk satu buket sederhana (seperti ilustrasi buket snack yang dibuat Kreasi Hasanah) diperlukan cukup satu kain laken ukuran 30x50 cm. Umumnya konsumen lebih banyak menggunakan 2 kain dengan warna berbeda untuk dipadukan.
2.      WARNA KAIN LAKEN Konsumen sering berfikir agak lama saat tiba pada pilihan warna kain laken. Warna hitam, abu, merah maroon, navy, blue, coklat, coklat kopi menjadi warna yang banyak dipilih untuk kelompok warna-warna gelap, sementara warna biru muda, pink, cream atau putih seringkali menjadi pilihan utama untuk warna-warna terang. Warna pink (muda ataupun tua), biru muda, dan merah menjadi warna favorit untuk pemberian buket pada perempuan, sementara untuk pemberian pada pria, hitam menjadi warna favorit. Pilihan warna berbeda dilakukan oleh konsumen yang membuat pesanan buket snack untuk acara ulang tahun, warna-warna cerah seperti merah, kuning, biru muda, orange, ungu, dan hijau terang menjadi pilihan utama.
3.      PITA dipakai untuk diikatkan pada pegangan buket (bagian bawah) sehinggga mempercantik buket. Satu buket memerlukan kurang lebih 50–100 cm (seperti ilustrasi buket snack yang dibuat Kreasi Hasanah memakai pita saten ukuran 1 inch sepanjang 50 cm). Untuk ikatan pegangan buket tidak diperlukan banyak, sisa pita yang menjuntai kebawah nampaknya menjadikan buket lebih menarik. Banyak jenis pita yang dapat digunakan, antara lain pita saten, glitter, organdi, pita bermotif, pita jepang, paper ribbon, atau lainnya dengan ukuran bervariasi yakni ½, ¾, atau 1 inch. Jenis pita yang banyak dipilih konsumen adalah pita glitter ukuran ¾ dan 1 inch. Meskipun bunga pita yang sudah jadi dapat dipakai, namun konsumen yang datang sangat sedikit memilihnya.
4.      WARNA PITA Secara otomatis konsumen mempertimbangkan kecocokan warna pita dengan warna pembungkus buket yang dipakai, warna yang sama, berbeda, atau warna yang netral. Pita glitter warna perak atau emas menjadi pilihan favorit konsumen. Sementara untuk pita saten, warna abu muda atau warna off white menjadi warna yang banyak dipilih. Namun tidak sedikit juga konsumen yang memilih warna senada dengan warna pembungkus buketnya.
5.      BAHAN-BAHAN LAIN YANG DIPERLUKAN Glue gun dan lem bakar, diperlukan untuk menempelkan makanan ringan pada kain pembungkus buket atau menempelkan antar makanan ringan membentuk sebuah rangkaian. Penggunaan lem bakar lebih banyak dipakai konsumen, namun ada juga yang menggunakan double tape, sebagai alternatif pengganti fungsi lem, ukuran yang dipakai dapat dipilih sesuai kebutuhan ¼, ½, atau 1 inch. Kertas, digunakan untuk membuat pegangan buket dengan cara digulung sehingga kokoh sebagai pegangan. Ini dapat diganti dengan bahan lain misalnya kertas duplek atau kardus, yang pada dasarnya dapat digulung sehingga membentuk pegangan buket. Solatip, digunakan untuk merekatkan gulungan kertas, ada juga yang menggunakan karet gelang atau benang yang memiliki fungsi sama sebagai pengikat gulungan kertas. Karton, ada yang menggunakan karton sebagai dasar untuk menjadikan buket berdiri tegak (misalnya dibentuk seperti raket olah raga tenis meja), namun ada juga yang tidak menggunakan dasar penegak, snack cukup ditempelkan langsung pada kain laken.
6.      PROMOSI Usaha buket snack banyak dipromosikan melalui media sosial hingga market place. Buat sampel produk, foto, sertakan spesifikasi, informasi harga (bila perlu, kadang ada juga yang tanpa harga), dan nomor yang bisa dihubungi (untuk pemesanan). Tayangan foto produk yang sudah dibeli jadi promosi, ucapan terima kasih dari konsumen juga menjadi promosi, bahkan chat order pesanan pun bisa jadi promosi.
Bagaimana … tertarik untuk mencobanya, semoga tulisan ini dapat bermanfaat. buket snack mudah dilakukan oleh siapa saja, selain perempuan, banyak juga laki-laki yang memilih membuat buket snack sebagai hadiah. Relatif murah, tersedia banyak pilihan snack dalam kemasan sachet yang dijual dengan harga terjangkau. Langsung dicicipi, inilah yang membedakan dengan buket bunga, buket snack dapat langsung dimakan baik sendiri-sendiri ataupun beramai-ramai sambil merayakan kebahagiaan.