Burn
Rate
Dalam mendirikan dan
menjalankan suatu usaha yang baru salah satu hal penting yang perlu kita
pertimbangkan dan hitung secara seksama adalah Burn Rate, banyak
perusahaan-perusahaan baik konvensional ataupun berbasis Start up layu sebelum berkembang
karena kehabisan modal kerja, bahkan menurut CB Insight Pengelolaan burn rate
yang buruk adalah penyebab nomor dua di dunia yg membuat banyak perusahaan
gulung tikar. Agar lebih jelas mari kita bahas apa itu brun rate ?
Apa itu burn rate? Pada dasarnya, dana
yang kita pakai untuk menjalankan bisnis
tiap bulan ada dua tipe: bruto (total biaya) dan neto (total kerugian). Burn
rate bruto adalah total dari seluruh pengeluaran tetap kita setiap bulannya,
sedangkan burn rate neto turut memperhitungkan pendapatan dan kalkulasi jumlah
dana yang perlu kita tambahkan ke bisnis untuk menutupi kerugian.
Biar saya jelaskan
terlebih dahulu. Burn rate yang tinggi tidak selalu berarti buruk, terutama
ketika kita mampu mengeksekusi rencana dan mencapai target yang telah
ditetapkan. Semuanya tergantung justifikasi dan bukti. Apakah burn rate kita
tinggi? Ya. Apa kamu mencapai target karena menghabiskan banyak dana, sehingga
burn rate tinggi itu dapat dimaklumi? Tidak? Bila jawabannya demikian, maka
kita punya masalah. Apakah burn rate rendah selalu bagus? Tidak. Semuanya
berujung pada dilema yang sama: profit vs pertumbuhan. Minimarket di seberang
jalan pada hari ini meraih laba. Tapi laba dalam skala kecil tidak berarti
banyak bagi kebanyakan investor. Kerugian tidak serta-merta membuat investor
takut, mereka sudah terbiasa, dan kerugian diperlukan untuk mencapai tingkat
pertumbuhan tinggi.
Meski begitu, terdapat juga tanda-tanda
penting. Ketika beban biaya mulai tidak masuk akal dan kerugian yang dialami
sebagian besar disebabkan oleh angka gaji yang terlalu tinggi, kemewahan
kantor, dan biaya perjalanan keluar negeri tanpa tujuan strategis yang jelas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar