Rabu, 24 April 2019

Burn Rate


Burn Rate



Dalam mendirikan dan menjalankan suatu usaha yang baru salah satu hal penting yang perlu kita pertimbangkan dan hitung secara seksama adalah Burn Rate, banyak perusahaan-perusahaan baik konvensional ataupun berbasis Start up layu sebelum berkembang karena kehabisan modal kerja, bahkan menurut CB Insight Pengelolaan burn rate yang buruk adalah penyebab nomor dua di dunia yg membuat banyak perusahaan gulung tikar. Agar lebih jelas mari kita bahas apa itu brun rate ?
Apa itu burn rate? Pada dasarnya, dana yang kita  pakai untuk menjalankan bisnis tiap bulan ada dua tipe: bruto (total biaya) dan neto (total kerugian). Burn rate bruto adalah total dari seluruh pengeluaran tetap kita setiap bulannya, sedangkan burn rate neto turut memperhitungkan pendapatan dan kalkulasi jumlah dana yang perlu kita tambahkan ke bisnis untuk menutupi kerugian.
Biar saya jelaskan terlebih dahulu. Burn rate yang tinggi tidak selalu berarti buruk, terutama ketika kita mampu mengeksekusi rencana dan mencapai target yang telah ditetapkan. Semuanya tergantung justifikasi dan bukti. Apakah burn rate kita tinggi? Ya. Apa kamu mencapai target karena menghabiskan banyak dana, sehingga burn rate tinggi itu dapat dimaklumi? Tidak? Bila jawabannya demikian, maka kita punya masalah. Apakah burn rate rendah selalu bagus? Tidak. Semuanya berujung pada dilema yang sama: profit vs pertumbuhan. Minimarket di seberang jalan pada hari ini meraih laba. Tapi laba dalam skala kecil tidak berarti banyak bagi kebanyakan investor. Kerugian tidak serta-merta membuat investor takut, mereka sudah terbiasa, dan kerugian diperlukan untuk mencapai tingkat pertumbuhan tinggi.
Meski begitu, terdapat juga tanda-tanda penting. Ketika beban biaya mulai tidak masuk akal dan kerugian yang dialami sebagian besar disebabkan oleh angka gaji yang terlalu tinggi, kemewahan kantor, dan biaya perjalanan keluar negeri tanpa tujuan strategis yang jelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar