Rabu, 13 November 2019

MACAM-MACAM STARTUP DAN STATUSNYA DI INDONESIA



10 DAFTAR STARTUP TERBAIK DAN TERNAMA DI INDONESIA

1.      Bukalapak
Platform jual beli online Bukalapak berada di urutan teratas perusahaan rintisan (startup) asal Indonesia, startup Ranking mencatat traffic bulanan Bukalapak per data bulan ini sebanyak 131,7 juta kunjungan.
Platform pimpinan CEO Achmad Zaky saat ini menjadi salah satu startup bertitel unicorn, yang memiliki valuasi di atas 10 miliar dolar AS, di Indonesia.
Bukalapak hingga akhir 2018 memiliki sekitar 40 juta pelapak, toko atau indvidu yang berdagang, sementara jumlah pengguna mencapai 50 juta orang.
Bukalapak hingga saat ini belum mengakuisisi perusahaan mana pun, awal tahun ini mereka menyatakan memang belum ada rencana untuk membeli perusahaan untuk mengembangkan diri. Meski belum mengakuisisi startup mana pun, Bukalapak terus mengembangkan layanan.
Yang terbaru, mereka membuka BukaGlobal agar UKM Indonesia dapat terhubung dengan pasar di beberapa negara, salah satunya Malaysia.
Bukalapak dapat diakses melalui situs dan aplikasi untuk perangkat mobile.
Sejak 2018, Bukalapak menggandeng Dana untuk layanan pembayaran dengan dompet digital.

2.      Blibli.com
Platform belanja Blibli.com memeriahkan industri jasa perdagangan daring (e-commerce) Indonesia sejak 2011 sebagai salah satu e-commerce yang mendukung produk-produk buatan lokal.
Blibli.com memiliki kategori "Galeri Indonesia" untuk menampilkan produk-produk asli Indonesia berupa produk artisan, baik kerajinan tangan maupun makanan, sejak 2015.
Dukungan Blibli.com terhadap pelaku usaha lokal juga ditunjukkan dengan konsistensi mereka mengadakan kompetisi untuk pebisnis kreatif "The Big Start" yang masuk musim keempat pada 2019.
"The Big Start Season 4" membuka kesempatan untuk pelaku usaha di bidang kriya, kuliner, fesyen, kecantikan dan kesehatan. Para pelaku usaha yang terlibat dalam ajang itu berusia 18-35 tahun.
Blibli.com memberikan syarat mereka sudah memproduksi barang di Indonesia minimal dua tahun. Blibli.com, sejak 2018, memiliki gerai fisik Blibli Instore dengan memadukan pengalaman belanja online serta offline, yaitu barang dapat langsung dibawa.
Sepanjang 2018, Blibli Instore sudah terpasang di 3.000 gerai mitra di berbagai kota di Indonesia. Blibli.com juga mengakuisisi biro perjalanan daring Tiket.com.

3.      Traveloka
Biro perjalanan dalam jaringan (online) Traveloka hingga saat ini merupakan perusahaan rintisan di bidang perjalanan wisata yang berhasil menembus status unicorn di Indonesia.
Perusahaan yang didirikan Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang itu semakin gencar berekspansi ke luar negeri. Bahkan pada awal 2019, Traveloka resmi masuk ke Australia baik melalui aplikasi maupun website. Mereka juga membuka kantor baru yang difokuskan untuk penelitian dan pembangunan di Bangalore, India.
Meskipun sudah memiliki banyak fitur, Traveloka terus berinovasi untuk mengembangkan layanan yang mereka miliki, baik lewat aplikasi maupun website. Fitur terbaru, Traveloka merilis Xperience berupa solusi menyeluruh untuk pengguna yang merencanakan bepergian.
Traveloka menawarkan layanan Easy Acces untuk konsumen yang membeli tiket tempat wisata melalui platform tersebut.
Gerbang elektronik hasil kerja sama Traveloka dengan pengelola tempat wisata memiliki kemampuan untuk membaca kode QR yang ada di tiket, termasuk tiket elektronik.
Hingga kuartal II 2019, Traveloka telah bekerja sama dengan 20 pengelola tempat wisata untuk menyediakan gerbang elektronik ini, salah satunya taman wisata Jatim Park.

4.      Gojek
Gojek merupakan perusahaan startup dalam negeri yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Tak hanya itu berbagai layanan lainnya seperti antar makanan dan antar paket juga bisa memakai jasa perusahaan ini. Gojek pertama kali didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem Makarim. Sudah lebih dari 50 kota di Indonesia yang telah tersentuh layanan gojek dan rata-rata mereka puas dengan pelayanan yang diberikan. Tak hanya di Indonesia saja, gojek juga menyebarkan ekspansinya ke luar negeri yaitu ke Thailand dan juga Vietnam.

5.      Zenius
Zenius bermain dalam bidang teknologi pendidikan (education tehchology) atau lebih populer disebut edutech. Zenius menyediakan kanal belajar dalam jaringan (online) untuk siswa sekolah dasar hingga menengah atas.
Layaknya les mata pelajaran, siswa harus menjadi anggota berbayar agar dapat mengakses materi pelajaran dari Zenius. Zenius menawarkan keanggotan mulai harga Rp165.000 (selama sebulan) hingga Rp440.000 (setahun).
Anggota Zenius akan mendapatkan akses ke soal latihan dalam format PDF hingga video berisi materi pelajaran.
Zenius berdiri sejak 2007 di bawah PT Zenius Education. Pada Mei 2019, Zenius bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk membantu pendidikan di daerah tertinggal. Zenius memasang teknologi online to offline (O2O) sehingga anak-anak tetap dapat mengakses materi pelajaran tambahan di platform Zenius mSeki tidak memiliki sambungan Internet.

6.      Blanja.com
Blanja.com saat ini menjadi satu-satunya situs dagang elektronik yang berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebagai marketplace hasil kerja sama (joint venture) antara Telkom dengan eBay, Blanja.com memberikan kemudahan kepada konsumen untuk berbelanja di situs dagang internasional asal Amerika Serikat tersebut.
Saat berbelanja, konsumen tidak perlu memikirkan kerumitan soal biaya ekstra yang harus dibayarkan. Harga total yang tertera setelah membeli produk dari eBay lewat Blanja.com sudah termasuk pajak, bea cukai serta ongkos kirim.
Selain memberi akses untuk berbelanja barang-barang dari luar negeri, Blanja.com juga memberi dukungan kepada pedagang dalam negeri lewat kategori Asli Indonesia, yang menampilkan produk-produk dari penjual lokal.
Kategori Asli Indonesia saat ini terdiri dari sub-kategori kuliner, fesyen dan kerajinan, yang diisi antara lain oleh usaha kecil menengah binaan pemerintah. Pengunjung Blanja.com juga bisa membeli aneka produk yang dijual BUMN, seperti beras, minyak goreng, dan gula dari Bulog. Ada juga aneka coklat yang dijual oleh Sarinah, dan kopi serta teh dari Perkebunan Nusantara.

7.      Alodokter
Alodokter yang hadir di Indonesia sejak 2014, berawal dari pengalaman pendirinya Suci Arumsari mencari informasi yang valid serta dokter yang tepat untuk menangani penyakit genetik yang dialaminya. Layanan dari perusahaan rintisan di bidang kesehatan itu tersedia dalam versi situs web dan aplikasi, yang menghubungkan penggunanya dengan 20.000 dokter di Indonesia secara digital. Pengguna bisa berkonsultasi mengenai gejala penyakit yang dialami melalui fitur mengobrol (chat).
Layanan konsultasi dengan dokter spesialis juga tersedia di aplikasi tersebut, namun pengguna akan dikenakan biaya yang bisa dibayarkan melalui bank maupun dompet digital. Selain berkonsultasi, Alodokter juga menyediakan fitur untuk membuat janji dengan dokter dan rumah sakit. Saat ini mereka sudah bekerja sama dengan 500 rumah sakit di Indonesia.
Situs dan aplikasi Alodokter juga menampilkan beragam artikel mengenai kesehatan yang sudah melewati pengecekan oleh pakar sesuai bidangnya.
Hingga pertengahan 2019, Alodokter sudah mempublikasikan 350.000 informasi mengenai kesehatan yang terpercaya.

8.      Ruangguru
Ruangguru, salah satu platform belajar daring buatan Indonesia, menyediakan beragam layanan interaktif bagi penggunanya untuk menimba ilmu. Sasarannya yaitu siswa dari SD hingga SMA, termasuk para siswa yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.
Lewat kelas berbayar Ruangguru, pengguna dapat belajar dengan menggunakan video, berlatih mengerjakan soal secara daring, hingga berkonsultasi tentang pekerjaan rumah melalui fitur obrolan.
Salah satu pembeda Ruangguru dengan platform belajar daring lainnya, mereka memiliki produk Digital Bootcamp berupa sesi belajar dengan grup belajar daring se-Indonesia.
Siswa akan bergabung dengan satu grup untuk satu mata pelajaran yang dipandu oleh tutor.

9.      Tokopedia
Tokopedia didirikan pada tahun 2009 dan telah bertransformasi menjadi unicorn yang pengaruhnya tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di Asia Tenggara. Perusahaan ini dibangun oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison. Hingga saat ini, Tokopedia menjadi marketplace yang paling banyak dikunjungi dan digunakan oleh masyarakat Indonesia. Dengan adanya Tokopedia membuat setiap individu, toko kecil, dan brand dapat dengan mudah membuka dan mengelola sebuah toko online. Tokopedia juga terdaftar sebagai salah satu toko online terbaik indonesia yang membantu banyak orang berbelanja secara online dan mudah.

10.  Sale Stock
Sale Stock adalah sebuah situs online yang menjual berbagai produk fashion terbaik dengan harga yang terjangkau untuk seluruh wanita di Indonesia. Dengan berbelanja di Sale Stock anda bisa mencoba dulu baru membeli barangnya. Jika anda belanja minimal 200 ribu, anda bisa dapat gratis ongkir ke seluruh wilayah Indonesia. Semua barang yang dijual dijamin original dan apa yang ditampilkan di website benar-benar foto asli. Selain itu ada garansi pengembalian selama 30 hari apabila tidak cocok dengan barang yang dibeli.

APA ITU HECTACORN, DECACORN DAN UNICORN?
a)    Hectocorn yang merupakan level tertinggi dari startup. Hectacorn merupakan sebutan dari sebuah perusahaan rintisan milik swasta yang nilai kapitalisasinya memiliki nilai lebih dari seratus milyar dollar.
b)   Decacorn merupakan level menengah dari startup yakni istilah untuk perusahaan yang nilainya mencapai sepuluh milyar dalam dollar.
c)  Unicorn merupakan level terendah dari startup. Unicorn adalah istilah yang disematkan untuk perusahaan startup yang memiliki nilai kapitalisasinya lebih dari angka  satu milyar. Dalam hal ini, satu milyar tersebut dinyatakan pada satuan mata uang dollar.

STARTUP DI INDONESIA YANG BERSTATUS UNICORN DECACORN DAN HECTACORN

·       Gojek menjadi Startup Indonesia yang Berstatus Decacorn
Berdasarkan laporan laga riset CB Insight dalam The Global Unicorn Club, valuasi Go-Jek tembus 10 miliar dollar AS. Keberhasilan Go-Jek tersebut tak lepas dari suntikan modal besar dari para investor dari dalam maupun luar negeri. Dengan status itu, Go-Jek kini setara dengan pesaingnya yakni Grab (11 miliar dollar AS) dan Uber (72 miliar dollar AS sebagai decacorn. Dalam dunia startup, terdapat kasta atau tingkatan perusahaaan. Setiap tingkatan diukur berdasarkan nilai valuasi perusahaan tersebut.
·       Startup di Indonesia yang berstatus Unicorn
Berikut adalah perusahaan startup yang memiliki nilai kapitalisasinya lebih dari angka  satu milyar.
ü  Bukalapak merupakan marketplace yang pendanaan serta penjualannya cenderung konsisten.
ü  Traveloka. Startup ini didirikan oleh Ferry Unardi yang merupakan lulusan MBA dari Harvard Business School. Setelah lulus dari Harvard tersebut, Ferry berinisiatif membuka aplikasi pemesanan tiket pesawat terbang. Pada bulan desember pada tahun yang sama, aplikasi Ferry Unardi ini berhasil memproses setidaknya dua juta pencarian tiket pesawat.
ü  Tokopedia. Startup ini didirikan oleh William Tanuwijaya dan juga Leotinus Alpha Edison di tahun 2009. Startup ini memiliki pendanaan yang besar melalui banyak investor. Bahkan, startup tokopedia ini sempat disebut-sebut sebagai startup dengan rekor pendanaan yang terbesar di negara Indonesia ini.

Sabtu, 09 November 2019

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar


Biografi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Kabinet Indonesia Maju 2019-2024
Siti Nurbaya Bakar


Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. lahir di Jakarta, 28 Juli 1956 ia adalah anak dari pasangan Mochammad Bakar dan Sri Banon. Ayahnya orang Betawi pensiunan Polri sedangkan ibunya asal Lampung.  Siti menikah dengan Rusli Rachman dengan dikaruniai dua orang anak; Meitra Mivida NR dan Ananda Tohpati.

Masa kecilnya hingga sekolah menengah dihabiskan di Jakarta. Ia meneruskan kuliahnya di Institut Pertanian Bogor (IPB). Siti Nurbaya lalu melanjutkan studi S2 dan S3 di International Institute for Aeroscape Survey ans Earth Science, Enschede, Belanda dan Insitut Pertanian Bogor kolaborasi dengan Siegen University, Jerman. Setelah menggondol gelar insinyur, Siti ditugaskan ke kota ibunya di Lampung dengan bekerja di Bappeda Lampung selama 17 tahun.

Pada tahun 1998, Siti ditarik ke Jakarta untuk ditempatkan di Depdagri. Dia dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal (sekjen) Depdagri 2001-2005. Terus dilanjut ke Sekjen DPD RI (2006-2013).

Menjelang Pemilu 2014, Siti terjun ke partai politik dengan masuk Partai Nasdem, besutan Surya Paloh. Di masa pensiunannya ini, dia mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Nasdem untuk daerah pemilihan Lampung dan dia terpilih untuk periode 2014-2019.

Karier politiknya ternyata bukan di DPR, setelah Pilpres 2014, capres terpilih Joko Widodo memberikan jatah menteri ke partai-partai pengusung. Partai Nasdem salah satu pendukungnya dapat jatah kursi menteri. Siti Nurbaya, salah satu perwakilan dari Nasdem, yang diberi kerpercayaan oleh Jokowi untuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam Kabinet Kerja 2014-2019. Berlanjut ke tahun 2019 Siti Nurbaya kembali dipercaya untuk membantu presiden Joko Widodo, serta menduduki posisi yang sama pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Riwayat Pendidikan
SD Muhamaddiyah III, Matraman, Jakarta. Lulus 1968
SMP Negeri 50 Slamet Riyadi, Jakarta. Lulus 1971
SMA Negeri 8 Bukit Duri, Jakarta. Lulus 1974
Institut Pertanian Bogor, 1975-1979
International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (ITC), Enschede, Belanda, lulus 1988
S-3 IPB dengan Siegen University, Jerman. Lulus 1998.

Karier
Bappeda Lampung, 1981-1998
Tenaga Pengajar Perguruan Tinggi, 2001
Pelaksana Manajemen Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), 2003-2004
Sekretaris Jenderal Depdagri, 2001-2005
Dewan Komisaris PUSRI, 2011-2015
Sekretaris Jenderal DPD RI, 2006-2013
Anggota DPR, 2014
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2014-2019
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2019-2024

Penghargaan
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Teladan, 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri
Prestasi Kerja Yang Luar Biasa, 2004, Mendagri Hari Sabarno
Penghargaan Satya Lencana Karya Satya XX, 2001, Presiden Megawati Soekarnoputri
Penghargaan Satya Lencana Karya Satya XXX, 2010, Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono
Penghargaan Bintang Jasa Satya Lencana Wirakarya, 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri
Penghargaan Bintang Jasa Utama, 2011, Presiden Sosilo Bambang Yudhoyono

Kamis, 03 Oktober 2019

STRATEGI INDONESIA MENGHADAPI INDUSTRI 4.0


BEDAH JURNAL
STRATEGI INDONESIA MENGHADAPI INDUSTRI 4.0

Nama Penulis
Judul
Metode yang di gunakan
Kesimpulan
Venti Eka Satya
STRATEGI INDONESIA MENGHADAPI INDUSTRI 4.0

Metode Deskriptif (karena penulis berusaha menjelaskan revolusi indrustri, dampaknya dan potensi yang dapat di manfaatkan)
Era revolusi industri adalah hal yang sudah berlangsung lama dan tidak bisa di hindari, begitu juga revolusi industri 4.0 tidak akan bisa di elakkan hanya bisa dilakukan langkah-langkah strategis agar Sumber Daya Manusia yang dimiliki Indonesia mampu beradaptasi dengan industri digital ini dengan menyiapkan sistem pendidikan yang lebih modern berbasis teknologi dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan era ini sehingga SDM yang di hasilkan nantinya sesuai dengan kebutuhan industri.
Pemerintah pun berkomitmen menyiapkan infrastuktur  yang di butuhkan industri 4.0 sehingga para pengusaha dan investor mudah mendirikan usahanya di Indonesia.
Revolusi industri 4.0 juga memungkikan memperpendek rantai distribusi dan rantai manufaktur yang mengefisiensi biaya.
Dampak negatif revolusi industri yaitu bergesernya jenis pekerjaan pun dapat diharapkan bisa di atasi oleh pemerintah sehingga revolusi industri bisa dirasakan dengan optimal

Abstrak
Kehadiran era revolusi industri keempat (Industri 4.0) sudah tidak dapat dielakkan lagi. Indonesia perlu mempersiapkan langkah-langkah strategis agar mampu beradaptasi dengan era industri digital ini. Indonesia berkomitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi Industri 4.0. Hal ini ditandai dengan peluncuran Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap dan strategi Indonesia memasuki era digital ini. Dengan menerapkan Industri 4.0, Menteri Perindustrian menargetkan, aspirasi besar nasional dapat tercapai. Industri 4.0 melalui konektivitas dan digitalisasinya mampu meningkatkan efisiensi rantai manufaktur dan kualitas produk. Namun di sisi lain digitalisasi industri ini akan berdampak negatif pada penyerapan tenaga kerja dan mengacaukan bisnis konvensional. Pemerintah harus mengantisipasi dampak negatif dari Industri 4.0. Pada saat pemerintah memutuskan untuk beradaptasi dengan sistem Industri 4.0, maka pemerintah juga harus memikirkan keberlangsungannya. Jangan sampai penerapan sistem industri digital ini hanya menjadi beban karena tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pendahuluan
Pada tanggal 30 April sampai dengan 4 Mei 2018, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke dua negara, Ceko dan Jerman. Kunjungan ini dilakukan untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia menerapkan Industri 4.0 dan meningkatkan investasi. Jerman merupakan negara pertama yang membuat roadmap mengenai implementasi ekonomi digital. Pemerintah Indonesia saat ini tengah melaksanakan langkah-langkah strategis yang ditetapkan berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat terwujudnya visi nasional yang telah ditetapkan untuk memanfaatkan peluang di era revolusi industri keempat. Salah satu visi penyusunan Making Indonesia 4.0 adalah menjadikan Indonesia masuk dalam 10 besar negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Dunia saat ini sedang menghadapi perubahan industri ke-4 atau yang dikenal dengan Industri 4.0. Berdasarkan analisis Mckinsey Global Institute, Industri 4.0 memberikan dampak yang sangat besar dan luas, terutama pada sektor lapangan kerja, di mana robot dan mesin akan menghilangkan banyak lapangan kerja di dunia. Untuk itu era revolusi industri ini harus disikapi oleh pelaku industri dengan bijak dan hati-hati. Di satu sisi, era industri ini melalui konektivitas dan digitalisasinya mampu meningkatkan efisiensi rantai manufaktur dan kualitas produk. Namun demikian, di sisi lain, revolusi industri ini juga akan menghilangkan 800 juta lapangan kerja di seluruh dunia hingga tahun 2030 karena diambilalih oleh robot. Hal ini bisa menjadi ancaman bagi Indonesia sebagai negara yang memiliki angkatan kerja dan angka pengangguran yang cukup tinggi. Untuk itu pemerintah perlu menyikapi perubahan ini dengan tepat melalui penyusunan strategi yang mampu meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

Revolusi Industri Global
Era Revolusi Industri keempat ini diwarnai oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence), super komputer, rekayasa genetika, teknologi nano, mobil otomatis, dan inovasi. Perubahan tersebut terjadi dalam kecepatan eksponensial yang akan berdampak terhadap ekonomi, industri, pemerintahan, dan politik. Pada era ini semakin terlihat wujud dunia yang telah menjadi kampung global. Industri 4.0 adalah sebuah istilah yang diciptakan pertama kali di Jerman pada tahun 2011 yang ditandai dengan revolusi digital. Industri ini merupakan suatu proses industri yang terhubung secara digital yang mencakup berbagai jenis teknologi, mulai dari 3D printing hingga robotik yang diyakini mampu meningkatkan produktivitas. Sebelum ini telah terjadi tiga revolusi industri yang ditandai dengan: 1. Ditemukannya mesin uap dan kereta api tahun 1750-1930; 2. Penemuan listrik, alat komunikasi, kimia, dan minyak tahun 1870-1900; 3. Penemuan komputer, internet, dan telepon genggam tahun 1960-sekarang. Kemunculan mesin uap pada abad ke-18 telah berhasil mengakselerasi perekonomian secara drastis dimana dalam jangka waktu dua abad telah mempu meningkatkan penghasilan perkapita negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat. Revolusi industri kedua dikenal sebagai Revolusi Teknologi. Revolusi ini ditandai dengan penggunaan dan produksi besi dan baja dalam skala besar, meluasnya penggunaan tenaga uap, mesin telegraf. Selain itu minyak bumi mulai ditemukan dan digunakan secara luas dan periode awal digunakannya listrik. Pada revolusi industri ketiga, industri manufaktur telah beralih menjadi bisnis digital. Teknologi digital telah menguasai industri media dan ritel. Revolusi industri ketiga mengubah pola relasi dan komunikasi masyarakat kontemporer. Revolusi ini telah mempersingkat jarak dan waktu, revolusi ini mengedepankan sisi real time . 20 Lompatan besar terjadi dalam sektor industri di era revolusi industri keempat, di mana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya. Pada era ini model bisnis mengalami perubahan besar, tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri.

Roadmap Industri 4.0
 Indonesia berkomitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi Industri 4.0. Hal ini ditandai dengan peluncuran Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap dan strategi Indonesia memasuki era digital yang tengah berjalan saat ini. Kementerian Perindustrian merancang Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap yang terintegrasi untuk mengimplementasikan sejumlah strategi dalam memasuki era Industri 4.0. Implementasi Industri 4.0 tersebut bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Dalam roadmap tersebut terdapat lima industri yang menjadi fokus implementasi, yaitu: makanan dan minuman (mamin), tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia. Kelima industri ini merupakan tulang punggung perekonomian yang diharapkan akan mampu memberikan efek ungkit yang besar, meningkatkan daya saing, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ekonomi Indonesia. Selain itu, Making Indonesia 4.0 memuat 10 inisiatif nasional yang bersifat lintas sektoral untuk mempercepat perkembangan industri manufaktur. Indonesia telah mengawali proses adaptasi terhadap Industri 4.0 dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui program link and match antara pendidikan dengan industri. Upaya ini dilaksanakan secara sinergis antara Kementerian Perindustrian dengan kementerian dan lembaga terkait seperti Bappenas, Kementerian BUMN, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Kementerian Perindustrian telah menetapkan empat langkah strategis dalam menghadapi Industri 4.0. Langkah-langkah yang akan dilaksanakan tersebut adalah: Pertama, mendorong agar angkatan kerja di Indonesia terus meningkatkan kemampuan dan keterampilannya, terutama dalam menggunakan teknologi internet of things atau mengintegrasikan kemampuan internet dengan lini produksi di industri. Kedua, pemanfaatan teknologi digital untuk memacu produktivitas dan daya saing bagi industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu menembus pasar ekspor melalui program E-smart IKM. Ketiga, pemanfaatan teknologi digital yang lebih optimal dalam perindustrian nasional seperti Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality. Keempat, mendorong inovasi teknologi melalui pengembangan start up dengan memfasilitasi inkubasi bisnis agar lebih banyak wirausaha berbasis teknologi di wilayah Indonesia. Dengan menerapkan Industri 4.0, Menteri Perindustrian menargetkan, visi besar nasional dapat tercapai. Visi tersebut secara 21 garis besar yaitu: membawa Indonesia menjadi 10 besar ekonomi pada tahun 2030; mengembalikan angka net export industri 10 persen; peningkatan produktivitas tenaga kerja hingga dua kali lipat dibanding peningkatan biaya tenaga kerja; dan pengalokasian dua persen dari GDP untuk aktivitas research and development teknologi dan inovasi, atau tujuh kali lipat dari saat ini.

Peluang dan Tantangan di Era Industri 4.0 Survei McKinsey (Maret 2017) terhadap 300 pemimpin perusahaan terkemuka di Asia Tenggara menunjukkan sebanyak 9 dari 10 responden percaya terhadap efektifivitas Industri 4.0. dan hampir tidak ada yang meragukannya. Akan tetapi ketika ditanya apakah mereka siap untuk perubahan tersebut, hanya 48 persen yang merasa siap. Sesungguhnya langkah menuju Industri 4.0 ini akan memberikan manfaat bagi sektor swasta. Produsen besar yang terintegrasi akan dapat mengoptimalkan sekaligus menyederhanakan rantai suplainya. Di sisi lain, sistem manufaktur yang dioperasikan secara digital juga akan membuka peluang-peluang pasar baru bagi UKM penyedia teknologi seperti sensor, robotic, 3D printing, atau teknologi komunikasi antar-mesin. Bagi negara-negara maju, Industri 4.0 dapat menjadi cara untuk mendapatkan kembali daya saing infrastruktur. Bagi negaranegara berkembang, Industri 4.0 dapat membantu menyederhanakan rantai suplai produksi, yang dalam hal ini sangat dibutuhkan guna menyiasati biaya tenaga kerja yang kian meningkat. Untuk itu, dalam menghadapi era revolusi industri keempat, sektor industri nasional perlu banyak berbenah, terutama dalam aspek penguasaan teknologi yang menjadi kunci penentu daya saing. Setidaknya terdapat lima teknologi utama yang menopang pembangunan sistem Industri 4.0, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing. Kelima unsur tersebut harus mampu dikuasai oleh perusahaan manufaktur Indonesia agar dapat bersaing. Pemerintah juga harus mengantisipasi dampak negatif dari Industri 4.0 seperti disruptive technology. Kehadiran disruptive technology ini akan membuat perubahan besar dan secara bertahap akan mematikan bisnis tradisional. Peran Industri 4.0 juga ini masih dipertanyakan bila dilihat dari gejala deindustrialisasi global yang terjadi akhir-akhir ini. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya peran sektor jasa. Kombinasi antara proyeksi pertumbuhan ekonomi yang tidak bertambah dengan cepat dan penurunan peran sektor manufaktur telah menimbulkan keraguan tentang kehebatan Industri 4.0. Selain itu Industri 4.0 juga berdampak negatif terhadap penciptaan lapangan pekerjaan. Di kawasan ASEAN, hanya Singapura yang telah siap mengadapi era industri baru ini. Pada saat pemerintah memutuskan untuk beradaptasi dengan sistem Industri 4.0, maka pemerintah juga harus memikirkan keberlangsungannya. Jangan sampai penerapan sistem industri digital ini hanya menjadi beban karena 22 tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Banyak hal yang harus dipersiapkan seperti: peran para pengambil keputusan, tata kelola, manajemen risiko implementasi sistem, akses publik pada teknologi, dan faktor keamanan sistem yang diimplementasikan. Selain itu pemerintah juga harus mempersiapkan sistem pendataan yang berintegritas, menetapkan total harga/biaya kepemilikan sistem, mempersiapkan payung hukum dan mekanisme perlindungan terhadap data pribadi, menetapkan standar tingkat pelayanan, menyusun peta jalan strategis yang bersifat aplikatif dan antisipatif, serta memiliki design thinking untuk menjamin keberlangsungan industri.
Penutup
Dunia saat ini telah memasuki era revolusi industri keempat. Pada revolusi industri ini terjadi lompatan besar dalam sektor industri, di mana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya. Agar mampu bersaing, Indonesia harus mampu mengadopsi Industri 4.0 ini dan mempersiapkan strategi yang tepat di semua sektor. Indonesia telah berkomitmen untuk membangun industri manufaktur yang berdaya saing global melalui percepatan implementasi Industri 4.0. Hal ini ditandai dengan peluncuran Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap dan strategi Indonesia memasuki era digital. Kementerian Perindustrian merancang Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap untuk mengimplementasikan sejumlah strategi secara terintegrasi. Selain mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, revolusi ini juga memiliki dampak negatif. Industri ini akan mengacaukan bisnis konvensional dan mengurangi permintaan terhadap tenaga kerja. Untuk itu pemerintah harus mempersiapkan strategi antisipatif terhadap berbagai kemungkinan yang akan berdampak negatif terhadap perekonomian nasional. DPR RI perlu mendorong pemerintah untuk mempersiapkan berbagai hal yang berkaitan dengan penerapan Industri 4.0 yang sudah tidak dapat dielakkan lagi. Selain itu DPR RI sebagai lembaga legislasi perlu mempersiapkan payung hukum yang akan mengatur penerapan sistem baru tersebut. Hal ini sangat penting untuk mengantisipasi dampak negatif revolusi industri ini terhadap industri, ekonomi, pemerintahan, dan politik di Indonesia.


Referensi : https://bikinpabrik.id/wp-content/uploads/2019/01/Info-Singkat-X-9-I-P3DI-Mei-2018-249.pdf

Rabu, 02 Oktober 2019

Revolusi Industri 4.0 dan cara mempersiapkan Sumber Daya Manusia

Revolusi Industri 4.0 dan cara mempersiapkan Sumber Daya Manusia 


Beberapa waktu belakangan ini sekitar akhir 2018 sampai sekarang hampir di seluruh saluran berita, sosial media dan televisi membicarakan tentang revolusi indrustri 4.0. isi beritanya selalu berkaitan dengan “bersiaplah kedatagan revolusi indrutsri 4.0” atau “Jangan sampai kita tersapu robot di revolusi indutri 4.0”. berbicara tentang revolusi industri sebagian besar dari kita pasti mengetahui revolusi industri yang terjadi di kota Manchester Inggris. Dari bangku sekolah menengah pertama jika sedang belajar pelajaran sejarah pasti selalu di ulas revolusi industri yang menjadi cikal bakal kemajuan teknologi.
Revolusi industri secara simpel artinya adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi tiga kali, dan saat ini kita sedang mengalami revolusi industri yang keempat. Setiap perubahan besar ini selalu diikuti oleh perubahan besar dalam bidang ekonomi, politik, bahkan militer dan budaya. Sudah pasti ada jutaan pekerjaan lama menghilang, dan jutaan pekerjaan baru yang muncul. Setiap ada revolusi industri peran manusia sebagai alat industri selalu mulai coba di gantikan dengan hal yang lebih produktif dan lebih efisien. Secara kasarnya revolusi industri mencoba membuat proses industri yang mahal dan rumit menjadi lebih murah dan mudah. Mari kita lihat setiap revolusi industri yang pernah terjadi.
Revolusi industri pertama adalah yang paling sering dibicarakan, yaitu proses yang dimulai dengan ditemukannya lalu digunakannya mesin uap dalam proses produksi barang. Penemuan ini penting sekali, karena sebelum adanya mesin uap, kita cuma bisa mengandalkan tenaga otot, tenaga air, dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun.
Masalahnya, tenaga otot amat terbatas. Misalnya, manusia, kuda, sapi dan tenaga-tenaga otot lainnya tidak mungkin bisa mengangkat barang yang amat berat, bahkan dengan bantuan katrol sekalipun. Butuh istirahat secara berkala untuk memulihkan tenaga tersebut, sehingga proses produksi kalau mau berjalan 24 jam sehari membutuhkan tenaga. Dalam revolusi pertama peran manusia yang tenaganya terbatas mulai di gantikan oleh mesin uap.

Revolusi industri kedua yang terjadi di awal abad ke-20. Saat itu, produksi memang sudah menggunakan mesin. Tenaga otot sudah digantikan oleh mesin uap, dan kini tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik. Namun, proses produksi di pabrik masih jauh dari proses produksi di pabrik modern dalam satu hal, transportasi. Pengangkutan produk di dalam pabrik masih berat, sehingga macam-macam barang besar, seperti mobil, harus diproduksi dengan cara dirakit di satu tempat yang sama.
Dalam revolusi industri kedua ini lagi lagi kelangkaan besarnya tenaga yang dimiliki manusia untuk beban berat mulai di atasi dengan adanya mesin.
Setelah mengganti tenaga otot dengan uap, lalu produksi paralel dengan serial, perubahan apa lagi yang bisa terjadi di dunia industri? Faktor berikutnya yang diganti adalah manusianya. Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan amat penting dalam produksi barang-barang, seperti udah disebutkan sebelumnya.

Revolusi industri ketiga mengubahnya. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir, abad informasi dimulai. Kalau revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis,yaitu komputer dan robot.

Revolusi industri keempat mulai muncul kepermukaan pada saat pameran industri di hanover jerman tahun 2011, pada revolusi keempat ini  akan mengedepankan kemajuan komputer dan jaringan internet jadi setiap saat yang memiliki pabrik dapat mengawasi lini produksinya  sehingga dapat mengetahui bagian mana yang tidak efisien dan perlu di perbaiki. Berikutnya adalah kemajuan learning machine dan artificial intelligence dimana mesin-mesin dan komputer dapat mempelajari hal-hal baru dan melakukan hal yang efisien atas kehendaknya sendiri dan memberikan masukan-masukan yang di perlukan perusahaan. Nantinya peran-peran manusia yang kemampuannya terbatas akan jadi lebih di mudahkan dan tergantikan.
Beruntunglah kita generasi milenial masuk dalah periode bersejarah yaitu peralihan dan revolusi dunia industri, kita akan menyasikan cepatnya perubahan-perubahan dan kemajuan teknologi yang ada di dunia industri. Masalah berikutnya adalah apakah kita akan tergantikan oleh mesin? Jawabannya bisa iya bisa juga tidak. Karena ketika salah satu aspek dalam produksi tergantikan oleh mesin akan muncul aspek-aspek lain yang dapat di jadikan pekerjaan bagi manusia. Namun kita memang harus mempersiapkan diri dan ikut dalam perubahan yang terjadi. Karena suka tidak suka fase itu akan datang, mari kita ucapkan “selamat datang Revolusi Industry 4.0”

Dengan adanya revolusi industri 4.0 maka akan ada pergerseran jenis pekerjaan yang dibutuhkan oleh dunia industri, untuk itulah kita perlu mempersiapkan perubahan yang terjadi dengan cara mempersiapkan sumber daya manusia yang ada, Indonesia memiliki usia produktif yang tinggi oleh karena itu menjadi bekal yang sangat potensial di masa depan yang harus di manfaatkan dengan cara membekali para pekerja usia produktif dengan kemampuan berbasis teknologi yang akan memudahkan mereka dalam mencari pekerjaan karena revolusi indrustri 4.0 akan sangat berkaitan dengan tekonologi.
            Dengan nantinya akan lebih di butuhkan para calon pekerja yang memiliki kemampuan teknologi yang tinggi maka kurikulum pendidikan di Indonesia pun perlu dirubah menjadi lebih modern. Yaitu kurikulum berbasis Sains, Teknologi, Engginering, Art dan Mathematic, dan menghadirkan tenaga pendidik yang lebih mengedepankan praktek. Dan menyediakan sarana dan prasarana yang menyesuaikan dengan perubahan industri yang terjadi sehingga SDM yang di hasilkan akan maksimal.
            Dengan menyiapkan dua hal diatas maka sumber daya manusia di Indonesia akan siap menghadapi revolusi industri 4.0 dan akan mengundang para investor untuk berinvestasi di Indonesia karena menganggap sumber daya kita berkualitas.

Minggu, 21 Juli 2019

kebijakan yang perlu diterapkan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara sektor Industri

Nama   : Niken Ayu Larasati
NPM   : 15216420
Kelas   : 3EA12

PEREKONOMIAN INDONESIA

Soal :
Bagaimana pendapat saudara tentang kebijakan yang perlu diterapkan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara sektoral, berikan contoh salah satu sector


Salah satu contoh dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yaitu di sektor Industri. Tentunya banyak sekali kebijakan-kebijakan yang di terapkan, salah satunya yaitu Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Keuangan menerapkan diskon pajak bagi pengusaha di sektor industri yang akan membuat pertumbuhan dan investasi dengan sektor berikut akan semakin cepat dan besar, yang diharapkan mampu menyumbang naiknya pertumbuhan ekonomi. Seperti yang di beritakan beberapa waktu lalu yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010 tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan.

Aturan tersebut merupakan aturan yang memperkuat pemberian insentif pengurangan pajak super atau superduction tax bagi pelaku usaha yang terlibat dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, usai terbitnya PP tersebut maka Kementerian Keuangan akan segera mengeluarkan aturan turunan berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) pada minggu depan. Sehingga aturan ini bisa langsung berlaku efektif.

Untuk Pendidikan Vokasi
Sri Mulyani menjelaskan pemberian diskon pajak 300 persen bagi pengusaha diperlukan agar semakin banyak pelaku usaha yang menjalankan pendidikan vokasi. Hal ini pun diharapkan mampu menciptakan SDM yang lebih andal dan berkompeten.
Aturan baru ini merupakan jawaban terhadap permintaan pelaku usaha di Indonesia. Dengan adanya aturan ini pemerintah berharap perusahaan di Indonesia mampu bersaing secara global.