Revolusi Industri 4.0 dan cara
mempersiapkan Sumber Daya Manusia
Beberapa waktu
belakangan ini sekitar akhir 2018 sampai sekarang hampir di seluruh saluran
berita, sosial media dan televisi membicarakan tentang revolusi indrustri 4.0.
isi beritanya selalu berkaitan dengan “bersiaplah kedatagan revolusi indrutsri
4.0” atau “Jangan sampai kita tersapu robot di revolusi indutri 4.0”. berbicara
tentang revolusi industri sebagian besar dari kita pasti mengetahui revolusi
industri yang terjadi di kota Manchester Inggris. Dari bangku sekolah menengah
pertama jika sedang belajar pelajaran sejarah pasti selalu di ulas revolusi
industri yang menjadi cikal bakal kemajuan teknologi.
Revolusi industri
secara simpel artinya adalah perubahan
besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang.
Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi tiga kali, dan saat ini kita sedang
mengalami revolusi industri yang keempat. Setiap perubahan besar ini selalu
diikuti oleh perubahan besar dalam bidang ekonomi, politik, bahkan militer dan
budaya. Sudah pasti ada jutaan pekerjaan lama menghilang, dan jutaan pekerjaan
baru yang muncul. Setiap ada revolusi industri peran manusia sebagai alat
industri selalu mulai coba di gantikan dengan hal yang lebih produktif dan
lebih efisien. Secara kasarnya revolusi industri mencoba membuat proses
industri yang mahal dan rumit menjadi lebih murah dan mudah. Mari kita lihat
setiap revolusi industri yang pernah terjadi.
Revolusi industri pertama adalah yang
paling sering dibicarakan, yaitu proses yang dimulai dengan ditemukannya lalu
digunakannya mesin uap dalam proses
produksi barang. Penemuan ini penting sekali, karena sebelum adanya mesin uap,
kita cuma bisa mengandalkan tenaga otot, tenaga air, dan tenaga angin untuk
menggerakkan apapun.
Masalahnya,
tenaga otot amat terbatas. Misalnya, manusia, kuda, sapi dan tenaga-tenaga otot
lainnya tidak mungkin bisa mengangkat barang yang amat berat, bahkan dengan
bantuan katrol sekalipun. Butuh istirahat secara berkala untuk memulihkan
tenaga tersebut, sehingga proses produksi kalau mau berjalan 24 jam sehari
membutuhkan tenaga. Dalam revolusi pertama peran manusia yang tenaganya
terbatas mulai di gantikan oleh mesin uap.
Revolusi industri kedua yang terjadi di
awal abad ke-20. Saat itu, produksi memang sudah menggunakan mesin. Tenaga otot sudah digantikan
oleh mesin uap, dan kini tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik. Namun, proses produksi
di pabrik masih jauh dari proses produksi di pabrik modern dalam satu hal, transportasi.
Pengangkutan produk di dalam pabrik masih berat, sehingga macam-macam barang
besar, seperti mobil, harus diproduksi dengan cara dirakit di satu tempat yang
sama.
Dalam
revolusi industri kedua ini lagi lagi kelangkaan besarnya tenaga yang dimiliki
manusia untuk beban berat mulai di atasi dengan adanya mesin.
Setelah
mengganti tenaga otot dengan uap, lalu produksi paralel dengan serial,
perubahan apa lagi yang bisa terjadi di dunia industri? Faktor berikutnya yang
diganti adalah manusianya. Setelah revolusi industri kedua, manusia masih
berperan amat penting dalam produksi barang-barang, seperti udah disebutkan
sebelumnya.
Revolusi industri ketiga mengubahnya.
Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir, abad informasi
dimulai. Kalau revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu
oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis,yaitu komputer
dan robot.
Revolusi industri keempat mulai muncul
kepermukaan pada saat pameran industri di hanover jerman tahun 2011, pada
revolusi keempat ini akan mengedepankan kemajuan komputer dan jaringan internet jadi setiap saat yang
memiliki pabrik dapat mengawasi lini produksinya sehingga dapat
mengetahui bagian mana yang tidak efisien dan perlu di perbaiki. Berikutnya
adalah kemajuan learning machine dan artificial intelligence dimana mesin-mesin
dan komputer dapat mempelajari hal-hal baru dan melakukan hal yang efisien atas
kehendaknya sendiri dan memberikan masukan-masukan yang di perlukan perusahaan.
Nantinya peran-peran manusia yang kemampuannya terbatas akan jadi lebih di
mudahkan dan tergantikan.
Beruntunglah
kita generasi milenial masuk dalah periode bersejarah yaitu peralihan dan
revolusi dunia industri, kita akan menyasikan cepatnya perubahan-perubahan dan
kemajuan teknologi yang ada di dunia industri. Masalah berikutnya adalah apakah
kita akan tergantikan oleh mesin? Jawabannya bisa iya bisa juga tidak. Karena ketika
salah satu aspek dalam produksi tergantikan oleh mesin akan muncul aspek-aspek
lain yang dapat di jadikan pekerjaan bagi manusia. Namun kita memang harus
mempersiapkan diri dan ikut dalam perubahan yang terjadi. Karena suka tidak
suka fase itu akan datang, mari kita ucapkan “selamat datang Revolusi Industry
4.0”
Dengan
adanya revolusi industri 4.0 maka akan ada pergerseran jenis pekerjaan yang
dibutuhkan oleh dunia industri, untuk itulah kita perlu mempersiapkan perubahan
yang terjadi dengan cara mempersiapkan sumber daya manusia yang ada, Indonesia
memiliki usia produktif yang tinggi oleh karena itu menjadi bekal yang sangat
potensial di masa depan yang harus di manfaatkan dengan cara membekali para
pekerja usia produktif dengan kemampuan berbasis teknologi yang akan memudahkan
mereka dalam mencari pekerjaan karena revolusi indrustri 4.0 akan sangat
berkaitan dengan tekonologi.
Dengan nantinya akan lebih di
butuhkan para calon pekerja yang memiliki kemampuan teknologi yang tinggi maka
kurikulum pendidikan di Indonesia pun perlu dirubah menjadi lebih modern. Yaitu
kurikulum berbasis Sains, Teknologi, Engginering, Art dan Mathematic, dan
menghadirkan tenaga pendidik yang lebih mengedepankan praktek. Dan menyediakan
sarana dan prasarana yang menyesuaikan dengan perubahan industri yang terjadi
sehingga SDM yang di hasilkan akan maksimal.
Dengan menyiapkan dua hal diatas
maka sumber daya manusia di Indonesia akan siap menghadapi revolusi industri 4.0
dan akan mengundang para investor untuk berinvestasi di Indonesia karena
menganggap sumber daya kita berkualitas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar