Rabu, 02 Oktober 2019

Revolusi Industri 4.0 dan cara mempersiapkan Sumber Daya Manusia

Revolusi Industri 4.0 dan cara mempersiapkan Sumber Daya Manusia 


Beberapa waktu belakangan ini sekitar akhir 2018 sampai sekarang hampir di seluruh saluran berita, sosial media dan televisi membicarakan tentang revolusi indrustri 4.0. isi beritanya selalu berkaitan dengan “bersiaplah kedatagan revolusi indrutsri 4.0” atau “Jangan sampai kita tersapu robot di revolusi indutri 4.0”. berbicara tentang revolusi industri sebagian besar dari kita pasti mengetahui revolusi industri yang terjadi di kota Manchester Inggris. Dari bangku sekolah menengah pertama jika sedang belajar pelajaran sejarah pasti selalu di ulas revolusi industri yang menjadi cikal bakal kemajuan teknologi.
Revolusi industri secara simpel artinya adalah perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Perubahan besar ini tercatat sudah terjadi tiga kali, dan saat ini kita sedang mengalami revolusi industri yang keempat. Setiap perubahan besar ini selalu diikuti oleh perubahan besar dalam bidang ekonomi, politik, bahkan militer dan budaya. Sudah pasti ada jutaan pekerjaan lama menghilang, dan jutaan pekerjaan baru yang muncul. Setiap ada revolusi industri peran manusia sebagai alat industri selalu mulai coba di gantikan dengan hal yang lebih produktif dan lebih efisien. Secara kasarnya revolusi industri mencoba membuat proses industri yang mahal dan rumit menjadi lebih murah dan mudah. Mari kita lihat setiap revolusi industri yang pernah terjadi.
Revolusi industri pertama adalah yang paling sering dibicarakan, yaitu proses yang dimulai dengan ditemukannya lalu digunakannya mesin uap dalam proses produksi barang. Penemuan ini penting sekali, karena sebelum adanya mesin uap, kita cuma bisa mengandalkan tenaga otot, tenaga air, dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun.
Masalahnya, tenaga otot amat terbatas. Misalnya, manusia, kuda, sapi dan tenaga-tenaga otot lainnya tidak mungkin bisa mengangkat barang yang amat berat, bahkan dengan bantuan katrol sekalipun. Butuh istirahat secara berkala untuk memulihkan tenaga tersebut, sehingga proses produksi kalau mau berjalan 24 jam sehari membutuhkan tenaga. Dalam revolusi pertama peran manusia yang tenaganya terbatas mulai di gantikan oleh mesin uap.

Revolusi industri kedua yang terjadi di awal abad ke-20. Saat itu, produksi memang sudah menggunakan mesin. Tenaga otot sudah digantikan oleh mesin uap, dan kini tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik. Namun, proses produksi di pabrik masih jauh dari proses produksi di pabrik modern dalam satu hal, transportasi. Pengangkutan produk di dalam pabrik masih berat, sehingga macam-macam barang besar, seperti mobil, harus diproduksi dengan cara dirakit di satu tempat yang sama.
Dalam revolusi industri kedua ini lagi lagi kelangkaan besarnya tenaga yang dimiliki manusia untuk beban berat mulai di atasi dengan adanya mesin.
Setelah mengganti tenaga otot dengan uap, lalu produksi paralel dengan serial, perubahan apa lagi yang bisa terjadi di dunia industri? Faktor berikutnya yang diganti adalah manusianya. Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan amat penting dalam produksi barang-barang, seperti udah disebutkan sebelumnya.

Revolusi industri ketiga mengubahnya. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir, abad informasi dimulai. Kalau revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis,yaitu komputer dan robot.

Revolusi industri keempat mulai muncul kepermukaan pada saat pameran industri di hanover jerman tahun 2011, pada revolusi keempat ini  akan mengedepankan kemajuan komputer dan jaringan internet jadi setiap saat yang memiliki pabrik dapat mengawasi lini produksinya  sehingga dapat mengetahui bagian mana yang tidak efisien dan perlu di perbaiki. Berikutnya adalah kemajuan learning machine dan artificial intelligence dimana mesin-mesin dan komputer dapat mempelajari hal-hal baru dan melakukan hal yang efisien atas kehendaknya sendiri dan memberikan masukan-masukan yang di perlukan perusahaan. Nantinya peran-peran manusia yang kemampuannya terbatas akan jadi lebih di mudahkan dan tergantikan.
Beruntunglah kita generasi milenial masuk dalah periode bersejarah yaitu peralihan dan revolusi dunia industri, kita akan menyasikan cepatnya perubahan-perubahan dan kemajuan teknologi yang ada di dunia industri. Masalah berikutnya adalah apakah kita akan tergantikan oleh mesin? Jawabannya bisa iya bisa juga tidak. Karena ketika salah satu aspek dalam produksi tergantikan oleh mesin akan muncul aspek-aspek lain yang dapat di jadikan pekerjaan bagi manusia. Namun kita memang harus mempersiapkan diri dan ikut dalam perubahan yang terjadi. Karena suka tidak suka fase itu akan datang, mari kita ucapkan “selamat datang Revolusi Industry 4.0”

Dengan adanya revolusi industri 4.0 maka akan ada pergerseran jenis pekerjaan yang dibutuhkan oleh dunia industri, untuk itulah kita perlu mempersiapkan perubahan yang terjadi dengan cara mempersiapkan sumber daya manusia yang ada, Indonesia memiliki usia produktif yang tinggi oleh karena itu menjadi bekal yang sangat potensial di masa depan yang harus di manfaatkan dengan cara membekali para pekerja usia produktif dengan kemampuan berbasis teknologi yang akan memudahkan mereka dalam mencari pekerjaan karena revolusi indrustri 4.0 akan sangat berkaitan dengan tekonologi.
            Dengan nantinya akan lebih di butuhkan para calon pekerja yang memiliki kemampuan teknologi yang tinggi maka kurikulum pendidikan di Indonesia pun perlu dirubah menjadi lebih modern. Yaitu kurikulum berbasis Sains, Teknologi, Engginering, Art dan Mathematic, dan menghadirkan tenaga pendidik yang lebih mengedepankan praktek. Dan menyediakan sarana dan prasarana yang menyesuaikan dengan perubahan industri yang terjadi sehingga SDM yang di hasilkan akan maksimal.
            Dengan menyiapkan dua hal diatas maka sumber daya manusia di Indonesia akan siap menghadapi revolusi industri 4.0 dan akan mengundang para investor untuk berinvestasi di Indonesia karena menganggap sumber daya kita berkualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar