Senin, 08 Juli 2019

Ayo Selamatkan Bumi Dari Sampah Plastik

Ayo Selamatkan Bumi Dari Sampah Plastik

 

Semakin banyaknya penduduk bumi yang sudah mencapai 7 milyar di seluruh dunia, menghasilkan sampah yang sangat banyak. Menurut penelitian setiap individu di bumi ini dapat menghasilkan sampah baik organik dan anorganik sekitar 1 sampai 3 kilogram dalam sehari, coba kita bayangkan dalam sebulan berapa banyak sampah yang di hasilkan oleh seluruh penduduk bumi. Dan sampai sekarang ini sampah masih menjadi masalah bersama yang belum dapat di temukan solusi terbaiknya.

Walaupun sebagian besar sampah organik dapat di daur ulang dan mudah terurai, namun yang menjadi masalah pelik adalah sampah plastik, karena menurut penelitian  kota-kota di dunia menghasilkan sampah plastik hingga 1,3 miliar ton setiap tahun. Bahkan menurut perkiraan Bank Dunia, jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton pada tahun 2025 mendatang. Selama lebih dari 50 tahun, produksi dan konsumsi plastik global terus meningkat. Dan hanya 10% nya saja yang dapat di daur ulang. Sisanya belum teratasi dan terus mencemari lingkungan baik di darat dan mulai memasuki lautan.

Di lautan, Sekitar 10 hingga 20 juta ton sampah plastik mencemari setiap tahun. Sebuah studi baru memperkirakan, sekitar 5 triliun partikel plastik dengan berat total 268.940 ton mengambang di lautan saat ini. Sampah plastik menghasilkan kerugian sekitar 13 miliar dolar setiap tahun, mulai dari kerusakan ekosistem laut hingga wisata alam.
Banyaknya sampah plastik yang mencemari lingkungan karena hanya 2% dari sampah yang ada di dunia di daur ulang menjadi barang efektif, sekitar 14 sampai 25 persen yang di bakar dan di hancurkan. Sisanya mencemari lingkungan dan menunggu terurai secara alami. Sedangkan menurut penelitian butuh ratusan tahun bahkan ribuan tahun plastik dapat terurai secara alami bahkan ada penyelam yang menemukan botol berumur 400 tahun di laut pasifik masih berbentuk utuh. Keadaan ini sangat mengancam ekositem dan menjadi ancaman langsung bagi hewan karena sulit membedakan mana makanan mereka dan mana sampah plastik.

Jenis sampah yang banyak ditemukan di laut, yaitu seperti puntung rokok, pembungkus makanan, botol dan tas plastik. Kemudian, tutup botol, alat makanan plastik, sedotan, botol kaca. Selain itu, kaleng makanan minuman, tas kertas dan sampah lainnya.
Sampah-sampah itu terus membunuh makhluk hidup di lautan. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Sekretariat Konvensi tentang Keanekaragaman Hayati pada 2016, sampah di lautan telah membahayakan lebih dari 800 spesies. Dari 800 spesies itu, 40% adalah mamalia laut dan 44% adalah spesies burung laut. Konferensi Laut PBB di New York 2017 menyebut limbah plastik di lautan membunuh 1 juta burung laut, 100 ribu mamalia laut, kura-kura laut, dan ikan-ikan yang tak terhitung jumlahnya, tiap tahun.

Beberapa kasus yang terjadi yaitu sedotan Plastik di Hidung Kura-kura video YouTube berisi tayangan ngeri soal penyelamatan kura-kura ini menjadi viral. Sedotan plastik sepanjang 12 cm dicabut dari lubang hidung kura-kura malang itu. Darah mengucur dari hidung kura-kura. Video ini viral sehingga Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut memasang di akun Twitter-nya. Video ini berasal dari peristiwa pada Agustus 2015. Paus telan 80 kantong plastik seekor paus pilot mengalami sakit dan tak bisa berenang di kawasan Thailand selatan. Akhirnya paus itu mati pada 1 Juni 2018. Upaya penyelamatan dari petugas perairan Thailand tak berhasil menyelamatkan nyawa paus itu. Usut punya usut, paus itu ternyata telah menelan 80 kantong plastik, bobotnya 8 kg.  Tutup botol di dalam bangkai burung fotografer Chris Jordan memotret bangkai burung albatros. Bagian dalam perut burung itu tersibak, isinya ada tutup botol plastik dan berbagai benda plastik lainnya. Jordan menemukan bangkai burung demikian di Midway AS pada September 2009. Dia melihat ribuan bangkai anak burung. Menurut PBB, dalam paparan soal problem plastik sekali pakai, disampaikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, 99% burung laut bakal menelan plastik pada 2055.

Jika kita menumbuhkan kesadaran diri dan menangulangi masalah sampah ini secara serius bukan tidak mungkin kerusakan yang di timbulkan akan semakin besar, dan akan banyak spesies yang punah akibat mati setiap harinya karena rusaknya ekosistem akibat sampah.
Mari mulai dari diri kita sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik, banyak kota-kota yang sudah memberlakukan gerakan mengurangi penggunaan plastik, seperti kita bisa mulai dengan tidak menggunakan sedotan plastik, menggunakan totebag dari kain untuk menaruh belanjaan yang kita beli dan tentunya tidak membuang sampah secara sembarangan. Karena sampah yang terus semakin meningkat dapat mengancam keselamatan bumi yang kita huni ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar