Sabtu, 13 Juli 2019

Revolusi Industri 4.0 Datang, Siapkah di Gantikan Oleh Mesin dan Artificial Intellegence?


Revolusi Industri 4.0 Datang, Siapkah di Gantikan Oleh Mesin dan Artificial Intellegence?


Suara datangnya revolusi indutri 4.0 semakin kencang sepertinya sudah menjadi keharusan dan tak dapat di bendung lagi, kemajuan teknologi sebagai salah satu tanda-tandanya. Munculnya mesin canggih dan artificial intelligence, yang di gadang-gadang akan mengganti peran manusia dalam dunia industri. Pertanyaan pun mulai muncul kepermukaan “siapkah kita tergantikan oleh mesin dan AI dalan fase revolusi industry 4.0 ini?” Revolusi industri 4.0 akan membawa banyak perubahan dengan segala konsekuensinya, industri akan semakin kompak dan efisien. Namun ada pula risiko yang mungkin muncul, misalnya berkurangnya Sumber Daya Manusia karena digantikan oleh mesin atau robot. Mari kita bahas tentang revolusi industri 4.0 yang akan terjadi.
Secara singkat revolusi industri 4.0 adalah fase atau tren melakukan otomatisasi pada setiap fase yang adalah dalam proses industri dapat saling terhubung dan berbagi sumber daya serta mengambil keputusan. Kegiatan produksi akan banyak ditopang mesin, program, robotik, dan kecerdasan buatan. Pabrik-pabrik mulai menggunakan tenaga mesin otomatis untuk pengemasan, sistem sortir juga menggunakan mesin sebagai sensor. Tugas-tugas tersebut sebelumnya dipegang oleh manusia secara manual. Artinya, peran manusia mulai tergeser oleh mesin dan robot.
Hal yang di takutkan pada fase ini adalah tergantikannya peran manusia oleh machine learning, machine learning adalah aplikasi dari disiplin ilmu kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang menggunakan teknik statistika untuk menghasilkan suatu model otomatis dari sekumpulan data, dengan tujuan memberikan komputer kemampuan untuk “belajar”. Pembelajaran mesin atau machine learning memungkinkan komputer mempelajari sejumlah data (learn from data) sehingga dapat menghasilkan suatu model untuk melakukan proses input-output tanpa menggunakan kode program yang dibuat secara eksplisit. Proses belajar tersebut menggunakan algoritma khusus yang disebut machine learning algorithms. Terdapat banyak algoritma machine learning dengan efesiensi dan spesifikasi kasus yang berbeda-beda.
Namun saya sebagai penulis tidak sepenuhnya setuju karena secanggih apapun mesin yang di pakai pada dunia industri tetap memerlukan peran manusia, kita hanya perlu menyikapi kedatangan revolusi industri ini dengan terus belajar dan menambah pengetahuan sesuai yang di butuhkan pada dunia industri sekarang ini, pemerintah kita pun sedang menggalakan agar para tenaga kerja kita terus belajar dan memiliki kemampuan sesuai yang di butuhkan industri 4.0.
Karena akan ada banyak jenis pekerjaan yang hilang dan tergantikan oleh fungsi robot atau artificial intelligence. Para tenaga kerja manusia pun tidak menutup kemungkinan akan menghadapi jenis pekerjaan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, sehingga revolusi ini mau tak mau menuntut kita untuk terus mengembangkan skill yang sekiranya dapat bermanfaat serta mumpuni di masa depan. Lantas, apa saja skill yang dibutuhkan untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0?
Complex problem solving disini merupakan kemampuan penyelesaian masalah kompleks dengan dimulai dari melakukan identifikasi, menentukan elemen utama masalah, melihat berbagai kemungkinan sebagai solusi, melakukan aksi/tindakan untuk menyelesaikan masalah, serta mencari pelajaran untuk dipelajari dalam rangka penyelesaian masalah. Berikutnya adalah Critical thinking atau kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan untuk berpikir masuk akal, kognitif dan membentuk strategi yang akan meningkatkan kemungkinan hasil yang diharapkan. Berpikir kritis juga bisa disebut berpikir dengan tujuan yang jelas, beralasan, dan berorientasi pada sasaran. Kita pun perlu memiliki Creativity atau kreatifitas adalah kemampuan dan kemamuan untuk terus berinovasi, menemukan sesuatu yang unik serta bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Creativity disini dapat juga diartikan mengembangkan sesuatu hal yang sudah ada sehingga dapat menjadi lebih baik. People management adalah kemampuan untuk mengatur, memimpin dan memanfaatkan sumber daya manusia secara tepat sasaran dan efektif. Coordinating with other yaitu kemampuan untuk kerjasama tim ataupun bekerja dengan orang lain yang berasal dari luar tim.
Dengan terus belajar dan memiliki kemapuan seperti diatas walaupun revolusi industri 4.0 datang maka kita akan siap untuk bekerja denga jenis-jenis pekerjaan baru yang tidak bisa dikerjakan oleh mesin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar