Revolusi Industri 4.0 Datang, Siapkah di
Gantikan Oleh Mesin dan Artificial Intellegence?
Suara datangnya
revolusi indutri 4.0 semakin kencang sepertinya sudah menjadi keharusan dan tak
dapat di bendung lagi, kemajuan teknologi sebagai salah satu tanda-tandanya.
Munculnya mesin canggih dan artificial intelligence, yang di gadang-gadang akan
mengganti peran manusia dalam dunia industri. Pertanyaan pun mulai muncul
kepermukaan “siapkah kita tergantikan oleh mesin dan AI dalan fase revolusi
industry 4.0 ini?” Revolusi industri 4.0 akan membawa banyak perubahan dengan
segala konsekuensinya, industri akan semakin kompak dan efisien. Namun ada pula
risiko yang mungkin muncul, misalnya berkurangnya Sumber Daya Manusia karena
digantikan oleh mesin atau robot. Mari kita bahas tentang revolusi industri 4.0
yang akan terjadi.
Secara singkat revolusi industri
4.0 adalah fase atau tren melakukan otomatisasi pada setiap fase yang adalah
dalam proses industri dapat saling terhubung dan berbagi sumber daya serta
mengambil keputusan. Kegiatan produksi akan banyak ditopang mesin, program,
robotik, dan kecerdasan buatan. Pabrik-pabrik mulai menggunakan tenaga mesin
otomatis untuk pengemasan, sistem sortir juga menggunakan mesin sebagai sensor.
Tugas-tugas tersebut sebelumnya dipegang oleh manusia secara manual. Artinya,
peran manusia mulai tergeser oleh mesin dan robot.
Hal yang di takutkan pada fase ini
adalah tergantikannya peran manusia oleh machine learning, machine learning adalah
aplikasi dari disiplin ilmu kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang
menggunakan teknik statistika untuk menghasilkan suatu model otomatis dari
sekumpulan data, dengan tujuan memberikan komputer kemampuan untuk “belajar”.
Pembelajaran mesin atau machine learning memungkinkan komputer mempelajari
sejumlah data (learn from data) sehingga dapat menghasilkan suatu model untuk
melakukan proses input-output tanpa menggunakan kode program yang dibuat secara
eksplisit. Proses belajar tersebut menggunakan algoritma khusus yang disebut
machine learning algorithms. Terdapat banyak algoritma machine learning dengan
efesiensi dan spesifikasi kasus yang berbeda-beda.
Namun saya sebagai penulis tidak
sepenuhnya setuju karena secanggih apapun mesin yang di pakai pada dunia
industri tetap memerlukan peran manusia, kita hanya perlu menyikapi kedatangan revolusi
industri ini dengan terus belajar dan menambah pengetahuan sesuai yang di
butuhkan pada dunia industri sekarang ini, pemerintah kita pun sedang
menggalakan agar para tenaga kerja kita terus belajar dan memiliki kemampuan
sesuai yang di butuhkan industri 4.0.
Karena akan ada banyak jenis
pekerjaan yang hilang dan tergantikan oleh fungsi robot atau artificial
intelligence. Para tenaga kerja manusia pun tidak menutup kemungkinan akan
menghadapi jenis pekerjaan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya,
sehingga revolusi ini mau tak mau menuntut kita untuk terus mengembangkan skill
yang sekiranya dapat bermanfaat serta mumpuni di masa depan. Lantas, apa saja
skill yang dibutuhkan untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0?
Complex problem solving disini
merupakan kemampuan penyelesaian masalah kompleks dengan dimulai dari melakukan
identifikasi, menentukan elemen utama masalah, melihat berbagai kemungkinan
sebagai solusi, melakukan aksi/tindakan untuk menyelesaikan masalah, serta
mencari pelajaran untuk dipelajari dalam rangka penyelesaian masalah. Berikutnya
adalah Critical thinking atau kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan untuk
berpikir masuk akal, kognitif dan membentuk strategi yang akan meningkatkan
kemungkinan hasil yang diharapkan. Berpikir kritis juga bisa disebut berpikir
dengan tujuan yang jelas, beralasan, dan berorientasi pada sasaran. Kita pun
perlu memiliki Creativity atau kreatifitas adalah kemampuan dan kemamuan untuk
terus berinovasi, menemukan sesuatu yang unik serta bermanfaat bagi masyarakat
dan lingkungan. Creativity disini dapat juga diartikan mengembangkan sesuatu
hal yang sudah ada sehingga dapat menjadi lebih baik. People management adalah
kemampuan untuk mengatur, memimpin dan memanfaatkan sumber daya manusia secara
tepat sasaran dan efektif. Coordinating with other yaitu kemampuan untuk
kerjasama tim ataupun bekerja dengan orang lain yang berasal dari luar tim.
Dengan terus belajar dan memiliki
kemapuan seperti diatas walaupun revolusi industri 4.0 datang maka kita akan
siap untuk bekerja denga jenis-jenis pekerjaan baru yang tidak bisa dikerjakan
oleh mesin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar