Minggu, 30 Juni 2019

Etika Dalam Bertamu


Etika Dalam Bertamu



Bertamu merupakan fungsi sosial di masyarakat dan tidak asing lagi bagi semua orang. Namun tidak bisa seseorang datang bertamu begitu saja ke rumah orang yang dianggap dekat sekalipun. Ada hal-hal yang harus diperhatikan bila Anda datang bertamu ke rumah seseorang.

1. Beritahu Lebih Dahulu
Di kota besar seperti Jakarta, di mana banyak penghuni rumah sibuk bekerja, sebaiknya beritahu dulu lewat telepon atau pesan bila ingin bertamu. Bagi orang yang dikunjungi, ini jadi semacam pemberitahuan, dan dia akan merasa dihargai bila ditanya lebih dulu. Bisa saja pada waktu Anda datang, dia ada acara lain atau tidak mau diganggu tamu. Bagi Anda, akan mendapat kepastian, apakah si penghuni ada di rumah dan siap Anda kunjungi.

2. Tepat Waktu
Bila Anda berjanji datang jam sekian, usahakan tepat waktu. Ini akan memberi kesan yang baik kepada tuan rumah. Dan memudahkan tuan rumah mengatur waktu. Bisa saja ia punya kegiatan yang amat sangat padat, sehingga ketika menyetujui Anda datang pada waktu tertentu, hanya itu waktu yang ia punya untuk Anda.

3. Masuk Bila Sudah Dipersilakan
Bila ternyata rumah yang Anda datangi pagarnya dalam keadaan terkunci, cari bel pintu, dan tekan sekali dua kali, jangan berkali-kali. Bersabarlah sampai ada yang datang membukakan pintu. Kalaupun pintu rumah tak terkunci, jangan sembarangan masuk, ketuklah atau bunyikan bel, dan masuk bila sudah dipersilakan.

4. Ucapkan Salam
Bila bertemu penghuni rumah, ucapkan salam. Sebagai penghormatan kepada pemilik rumah, sekaligus tanda Anda sudah datang. Begitu juga ketika Anda hendak pamit, ucapkan pula salam.

5. Ingat Waktu
Sedekat apa pun Anda dengan penghuni rumah, namanya bertamu harus ingat waktu. Lain soal, bila Anda berniat menginap dan sudah disetujui penghuni rumah. Tapi bila hanya kunjungan biasa, jangan merasa terlalu santai dan berlama-lama. Katakan langsung tujuan Anda datang. Ada tuan rumah yang amat sangat ramah, sehingga kelihatannya senang dengan kunjungan Anda, tapi sebenarnya ia punya kesibukan yang harus dikerjakan. Jelilah melihat situasi.

6. Jangan Pegang Barang
Selama bertamu, jangan memegang barang-barang yang ada di rumah tamu, seperti hiasan, album foto atau majalah, sebelum mendapat izin dari pemilik rumah. Ada tuan rumah yang tak suka barang-barangnya dipegang. Namun, ada juga yang senang pamer. Cara paling jitu, ya bertanya. Atau pancing dengan pujian tentang barangnya. Bila reaksinya ramah, tak masalah. Tapi bila sikapnya enggan, jangan memaksa. Apalagi ini kunjungan pertama dan hubungan Anda dengan tuan rumah tidak dekat.

7. Jaga Sikap dan Omongan
Bersikaplah sopan selama bertamu, terutama bila Anda baru berkenalan. Misalnya, Anda baru pindah ke suatu kompleks dan bertamu ke rumah tetangga untuk berkenalan. Cari topik umum yang aman dibicarakan, sambil memperkenalkan keluarga atau penghuni rumah Anda. Jaga omongan Anda, misalnya, jangan sekali-kali mengritik interior rumahnya, seberantakan apa pun itu.

8. Situasi Rumah
Ada kalanya, situasi rumah yang Anda datangi sedang tak enak. Misalnya, terjadi pertengkaran antara penghuni rumah. Meski pertengkaran sudah usai, tetap akan tercipta suasana tidak enak. Bila ini terjadi, sebaiknya Anda segera pamit. Begitu juga bila ada salah satu anggota keluarga yang sedang sakit dan memerlukan perhatian dari tuan rumah, sebaiknya segera mohon diri.

9. Tamu Lain
Bila ternyata di rumah yang Anda kunjungi ada tamu lain yang datang sebelum Anda, perkenalkan diri Anda kepada tamu tersebut. Dan lihat situasi, apakah kunjungan Anda bisa lama atau tidak. Dan apakah yang hendak Anda bicarakan dengan tuan rumah bisa dikemukakan di depan tamu itu, atau sebaiknya ditunda.


Etika Berbicara Yang Baik Dalam Keseharian


ETIKA BERBICARA YANG BAIK DALAM KESEHARIAN

Dalam pergaulan etika berbicara itu penting, tidak boleh asal bicara. Semakin tinggi tingkat pendidikan dan sosial, seseorang biasanya semakin tinggi pula etikanya dalam berbicara. Bagian ini penting untuk kita ketahui, karena akibat dari tidak menjaga etika berbicara itu banyak sekali, di antaranya :
  •   Putusnya persahabatan atau pertemanan
  •   Pertengkaran atau percekcokan
  •   Perkelahian
  •    Sakit hati
  •    Dendam

Jadi, sebaiknya kita mengetahui apa saja yang harus diperhatikan ketika berbicara dengan orang lain.

1.      Tidak Memotong Pembicaraan
Memotong pembicaraan orang lain itu tidak baik dan tidak sopan. Tidak ada orang yang suka jika omongannya di potong. Termasuk kalian sendiri bukan? Orang yang di potong pembicaraannya akan kesal dan merasa tidak dihargai. Bisa jadi, dia akan marah kalau kalian terus memotong pembicaraannya.
Sebaiknya, yang kalian lakukan adalah menunggu orang lain menyelesaikan pembicaraannya. Walaupun kalian sudah ingin berbicara, tahan dulu keinginan itu. Dengarkan sampai orang lain mengutarakan maksudnya. Apalagi kepada orang tua, janganlah kita menyela pembicaraannya.

      2.      Tidak Menggurui
Apa itu menggurui? Menggurui maksudnya berbicara seakan-akan dirinya lebih tahu daripada orang lain. Biasanya juga, orang yang seperti ini akan berusaha menguasai topik pembicaraan. Sedikit sekali dia memberi waktu bagi orang lain untuk gentian berbicara. Sebab, dia ingin terkesan pintar.

      3.      Berkata Baik Atau Diam
Etika berbicara yang pertama adalah bagaimana kita harus memilih perkataan yang baik atau lebih baik diam ketika kita tidak menemukan kata – kata yang baik untuk diberikan kepada lawan bicara. Pemilihan kata bertujuan untuk tidak menyakiti hati lawan bicara dengan lisan kita.

      4.      Berbicara Yang Penting Saja
Sering kita temukan sekumpulan teman – teman yang menghabiskan waktunya dengan saling bercakap – cakap. Namun, ternyata terkadang pembicaraan menjadi ngelantur dan tidak bisa kita bedakan baik atau pun buruk.

      5.      Jangan Berbicara Hal – Hal Kotor
Mengatakan sumpah serapah, sindiran, kritikan tanpa ada dasar yang jelas merupakan larangan bagi mereka yang ingin berbicara dengan baik kepada lawan bicara  kita. Karena berbicara seperti itu seperti kita memandang rendah lawan bicara kita

      6.      Berbicara Harus Menatap Lawan Bicara
Yang harus anda perhatikan ketika berbicara adalah konsentrasikan diri anda sepenuhnya kepada lawan bicara. jangan melihat ke arah lain sehingga membuat lawan bicara tersinggung. Menatap lawan bicara sungguh-sungguh (bukan mendelik/melirik) termasuk etika berbicara yang baik. Bicara itu bukan hanya dengan mulut, tetapi juga dengan hati dan seluruh tubuh kita kecuali kalau kita berbicara melalui telepon. Ketika berbicara usahakan seluruh gerak tubuh kita mengarah ke lawan bicara sehingga kita tahu bagaimana reaksi lawan bicara ketika membalas apa yang kita ucapkan. Kalau pandangan kita beralih ke tempat lain, kita tahu apakah lawan bicara tulus dengan ucapannya atau tidak. Bisa jadi lawan bicara bilang setuju tetapi mimik wajahnya dan kita tahu karena pandangan kita tidak tertuju kepadanya.

      7.      Jangan menggunakan Nada Suara yang Tinggi
Pakailah nada suara yang datar-datar saja, sehingga setiap orang dapat mendengarnya dengan baik. Kalau terlalu tinggi dikhawatirkan tidak semua pendengarnya dapat mendengar dengan baik. Apalagi jika kita ditunjuk sebagai pembicara, nada suara harus benar-benar dijaga. Sebab, pendengar dalam sebuah forum baik ceramah maupun diskusi cenderung beragam.

      8.      Jangan Memulai Debat Meskipun Kita Benar
Debat merupakan pintu terbukanya kesalah pahaman yang terbuka lebar. Karena satu sama lain saling mempertahankan pendapat dan argumennya masing – masing. Apalagi ketika debat di dasari dengan ketidak tahuan dari informasi yang kita dapat tersebut. Hal ini juga membuat kita membuang – buang waktu hingga bisa memutuskan silaturahmi dan menciptakan permusuhan

      9.      Jangan berkata Ghibah dan Fitnah
Ghibah atau menggunjingkan orang lain, atau pun mengadu domba tidak diperkenankan dalam etika berbicara dalam islam. Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.”(QS. Al-Hujarat: 12).

      10.  Dilarang Membicarakan Setiap yang Didengar
Banyak sekali informasi yang bertebaran setiap harinya di dalam kehidupan kita. Dan beberapa informasi tersebut tidak semua berisi kebenaran dan membawa kebaikan bagi kita. Oleh karena itu kita harus berhati – hati dalam membicarakn setiap yang kita dengar dari orang lain. Bahkan Rasulullah SAW bersabda:
 ‘Siapa yang membicarakan setiap apa yang didengarnya, berarti ia adalah pembicara yang dusta’

Rabu, 26 Juni 2019

Tips Menghilangkan Rasa Malas


Tips Menghilangkan Rasa Malas


Hayooo kamu lagi merasa malas ya?? Yapss malas merupakan salah satu sifat yang di miliki oleh setiap manusia. Rasa malas memang sangat sulit di hilangkan bila tidak dengan kemauan dari dalam diri yang kuat. Malas juga merupakan salah satu sifat yang dapat menghambat kesuksesan lho.

Berikut beberapa tips untuk menghilangkan rasa malas yang berlebih:
1. Jangan Menunda
Ini adalah sebuah hal yang sederhana tapi kerap diabaikan. Kebiasaan buruk yang memicu rasa malas adalah sering menunda-nunda menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Cobalah untuk melakukannya sekarang juga. Menunda sebenarnya justru akan membuat beban anda menjadi lebih berat.

2. Buat Target
Buatlah target sesuai kemampuan anda. Dengan adanya target anda pasti akan berusaha mencapai target tersebut. Tanamkan pada diri anda bahwa anda pasti dapat menyelesaikan target yang anda buat. Dengan demikian anda akan merasa lebih bersemangat dan giat dalam melakukan suatu hal.

3. Olahraga dan pola hidup sehat
Malas juga di sebabkan kurangnya nutrisi dalam tubuh. Jika nutrisi kurang pasti anda akan merasa bahwa tubuh anda lemas dan akan malas melakukan apapun. Cara mengatasi hal tersebut adalah dengan cara berolah raga dan pola hidup sehat. Dengan demikian tubuh anda akan selalu terasa segar dan bersemangat dalam melakukan suatu hal ataupun pekerjaan.

4. Buatlah Daftar
Buatlah daftar apa saja yang akan anda lakukan mulai bangun tidur hingga sebelum tidur. Dengan pembuatan daftar anda pasti akan berusaha melakukan sesuatu dengan baik dan cepat agar semua daftar yang anda buat dapat di terlaksana semuanya.

5. Biasakan Bangun Pagi
Cara lain menghilangkan rasa malas adalah dengan membiasakan diri bangun pagi. Dengan terbiasa bangun pagi, tubuh akan terasa lebih segar dan bersemangat. Anda pun bisa lebih siap menjalani hari dengan lebih bertenaga dan penuh energi.
Tentu saja, jangan lupa sarapan setelah bangun dan mandi pagi. Karena sarapan akan membantu Anda lebih fokus dalam menyelesaikan pekerjaan dari pagi sampai siang saat waktu makan siang tiba.
Untuk bisa bangun pagi, Anda sudah pasti tidak boleh tidur larut malam. Maksimal jam 10 malam mata Anda sudah terpejam dengan tubuh terbaring di atas kasur yang hangat.
Kebiasaan begadang hanya akan membuat Anda menjadi sering bangun siang. Ketika Anda bangun siang, maka cenderung akan lebih malas menjalani rutinitas harian. Hormon penyemangat yang muncul di pagi hari sudah terlanjur menghilang dari dalam tubuh Anda.

6. Me Time
Jika semua target dan juga daftar anda dapat terpenuhi jangan ragu memberikan waktu untuk memanjakan diri anda sendiri. Anda cukup dengan melakukan kegiatan yang membuat diri anda merasa dimanjakan seperti pergi ke salon, treatment wajah, dan lain sebagainya. karena dengan memberikan waktu luang diri anda sendiri maka secara psikologis dapat membuat diri anda melawan rasa malas yang ada dalam tubuh anda.

7. Memotivasi diri sendiri
Usahakan untuk memotivasi diri anda sendiri, tanamkan pada diri anda bahwa anda bukanlah orang yang malas dan malas itu akan merusak banyak hal yang ada pada diri anda. Dengan melakukan motivasi ini maka tubuh anda akan secara otomatis akan memberikan perlawanan jika anda mulai melakukan hal yang bersifat malas.

8. Hindari tempat tidur ataupun sofa
Jika belum waktunya istirahat jangan sampai anda mendekati tempat tidur ataupun sofa. Karena bila anda melakukannya biasanya tubuh akan tersugesti akan kenikmatan jika anda bermalas-malasan di atas tempat tidur ataupun sofa tersebut. Jika sudah demikian anda pasti akan sulit untuk melawan sugesti yang sudah menyelimuti pikiran anda tersebut.

9. Hindari hal menyenangkan di pagi hari
Jika anda melakukan hal menyenangkan di pagi hari seperti bermain ponsel, menonton televisi dan melakukan kegiatan berat di pagi hari, maka keadaan tubuh anda sudah tidak akan mampu melakukan kegiatan berat di siang hari dengan maksimal. Karena energi anda sudah banyak terkuras.

So, itulah tips Menghilangkan Rasa Malas yang dapat segera kamu praktekan untuk hidup yang lebih produktif lagi. Semoga dapat membantu kamu menghilangkan rasa malas ya J


Selasa, 25 Juni 2019

Memelihara Kucing Dapat Menghilangkan Stress


Memelihara Kucing Dapat Menghilangkan Stress


Kucing merupakan hewan yang lucu dan menggemaskan. Siapa sangka hewan ini memang begitu banyak peminat untuk memeliharanya sebagai hewan kesayangan. Nyatanya, berdasarkan penelitian, memelihara kucing memang memberikan manfaat luar biasa terutama untuk kesehatan fisik dan mental.

Bahaya Stress
Stress tidak tampak seperti penyakit yang mematikan, tetapi kondisi stress dan kecemasan berlebih akan banyak hal dapat menurunkan tingkat kesehatan Anda.

Kucing Bisa Membuat Anda Sehat  dan Mengurangi Stress
Stress yang dialami seseorang dapat menyebabkan penyakit lainnya. Karena itu, Anda memerlukan sebuah media untuk meredakan stres. Kucing bisa menjadi alternatif yang menyenangkan. Memelihara si lucu berbulu ini bisa membuat Anda selalu tersenyum dan gembira.

Menurut Dr Carol Gamez, seorang dokter hewan di Georgetown Veterinary Hospital, kucing dapat menghibur kita karena mereka dapat merespon suara kita (panggilan) dan sentuhan. Coba saja memanggil kucing, dia pasti merespon. Anda juga bisa menggoda mereka dengan bermain atau memberikan mainan kepada kucing. Tingkah mereka yang lucu dapat membuat Anda tertawa dan bahagia sepanjang hari. Tawa dan kebahagiaan adalah benteng serangan stress paling ampuh.
Menurut one Australian study, pemelihara kucing memiliki kesehatan psikologis yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan. Para pemilik kucing mengaku lebih bahagia, percaya diri, dan tidak mudah gugup. Bahkan saat menghadi masalah mereka lebih tenang.
Dengan tubuhnya yang lentur saat tidur, layaknya gerakan yoga, kucing bisa mengubah mood yang buruk menjadi lebih baik.  Bahkan kucing internet pun mampu membuat yang melihatnya tersenyum. Orang yang hobi menonton kucing melalui video  mengaku emosi negatif seperti rasa cemas, kesal dan sedih menjadi berkurang.

Memberi usapan pada kucing yang berbaring di atas pangkuan ternyata dapat melepaskan stress. Dalam sebuah studi, para peneliti mengunjungi rumah 120 pasangan yang baru saja menikah. Diantara pasangan yang memelihara, kucing ternyata cukup membantu saat mereka sedang stress.
Saat menghadapi masalah, kucing bisa membuat pemiliknya menjadi lebih tenang. Secara psikologis, pemilik kucing juga lebih mudah pulih dari stress. Hal ini bisa terjadi karena kucing bisa memahami suasana hati pemiliknya. Anda juga bisa bermain dan mengajaknya berbicara, dengan begitu kucing akan merespon apa yang kita sampaikan.


Permasalahan Etika Bisnis di Dunia Iklan


Permasalahan Etika Bisnis di Dunia Iklan

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma, dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, juga masyarakat. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika serta hukum dan peraturan yang berlaku.
Ditengah kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat dan persaingan dunia usaha yang ketat maka etika bisnis adalah instrumen penting yang tak dapat di abaikan, penilaian atas bagus nya suatu iklim dunia usaha dapat dilihat dari etika bisnis yang di lakukan para pelaku usaha, baik memperlakukan saingan, stake holder pemerintah, konsumen maupun pesaing usaha.
       Di tengah persaingan yang ketat iklan adalah salah satu cara bagi pelaku usaha untuk menunjukan kepada konsumen dan pesaing bisni bahwa mereka dan produk yang di produksi nya memiliki nilai lebih di banding pesaingnya, namun dalam konten iklan yang di produksi terkdang melanggar prinsip-prinsip etika bisnis.
Beberapa permasalahan terkait dengan iklan dan etika dalam berbisnis dapat diurai menjadi beberapa permasalahan sebagai berikut:
·         Iklan yang ditampilkan tidak mendidik
·         Iklan yang ditampilkan cenderung menyerang produk lain.
·         Iklan yang ditampilkan tidak sesuai dengan realita dan konsumen merasa teripu
Tanpa disadari, kasus pelanggaran etika bisnis dalam mengiklankan produk merupakan hal yang biasa dan wajar pada masa kini. Banyak hal yang berhubungan dengan pelanggaran etika bisnis yang sering dilakukan oleh para pebisnis yang tidak bertanggung jawab. Berbagai hal tersebut merupakan bentuk dari persaingan yang tidak sehat oleh para pebisnis yang ingin menguasai pasar. Selain untuk menguasai pasar, tujuan lainnya yaitu mendapatkan banyak keuntungan sebanyak banyaknya. Faktor tersebut merupakan alasan yang umum untuk para pebisnis melakukan pelanggaran etika dengan berbagai cara.
Dalam periklanan, etika dan persaingan yang sehat sangat diperlukan untuk menarik konsumen. Karena dunia periklanan yang sehat sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi suatu negara. Sudah saatnya iklan di Indonesia bermoral dan beretika. Berkurangnya etika dalam beriklan membuat keprihatinan banyak orang. Tidak adanya etika dalam beriklan akan sangat merugikan bagi masyarakat, selain itu juga bagi ekonomi suatu negara. Secara tidak sadar iklan yang tidak beretika akan menghancurkan nama mereka sendiri bahkan negaranya sendiri. Saat ini banyak kita jumpai iklan-iklan di media cetak dan media elektronik menyindir dan menjelek-jelekkan produk lain. Memang iklan tersebut menarik, namun sangat tidak pantas karena merendahkan produk saingannya. Makin tingginya tingkat persaingan menyebabkan  produsen lupa atau bahkan pura-pura lupa bahwa iklan itu harus beretika. Di Indonesia iklan-iklan yang dibuat seharusnya sesuai dengan kebudayaan kita dan  bisa memberikan pendidikan bagi banyak orang.

Pelanggaran Prinsip Etika Bisnis Akibat Kartel Yamaha-Honda


Pelanggaran Prinsip Etika Bisnis Akibat Kartel Yamaha-Honda



Media Konsumen, Jakarta – Kasus dugaan praktek kartel dalam pengaturan harga sepeda motor skutik yang dilakukan oleh pihak produsen sepeda motor Honda dan Yamaha Indonesia terus bergulir, dan saat ini masih menjalani sidang di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Kasus ini berawal dari adanya bocoran email dari petinggi Yamaha kepada petinggi Honda
KPPU tetap bersikukuh menuding PT Yamaha Motor Manufacturing Indonesia dan PT Astra Honda Motor bersekongkol melakukan praktik pengaturan harga bersama dan melanggar Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Kenaikan harga yang tidak wajar sepanjang 2014 dijadikan KPPU sebagai indikatornya. Kedua pabrikan motor asal Jepang itu disebut KPPU menaikkan harga sepeda motor dengan kapasitas mesin 110 cc hingga 125 cc sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Sepanjang periode tersebut, kedua merek sepakat menaikkan harga berkisar Rp400 ribu hingga Rp600 ribu dalam waktu yang bersamaan.
Anggota Tim Investigasi KPPU, Helmi Nurjamil mengatakan, kenaikan harga tiga kali dalam satu tahun merupakan kondisi yang tidak wajar. Pasalnya, kenaikan biaya produksi tetap (fixed cost) di dalam periode tersebut tidak lebih dari satu kali setahun.
“Kami menganggap harga naik tiga kali dalam setahun itu sangat tak wajar. Apalagi kenaikannya juga tidak dalam momentum khusus,” ujar Helmi, Selasa (6/9). Ia menganggap, alasan peningkatan harga yang wajar seharusnya dikarenakan oleh peningkatan ongkos produksi. Jika ongkos produksi didominasi oleh komponen impor, maka rasionalisasi peningkatan harga bisa jadi disebabkan oleh fluktuasi kurs.
Namun, menurutnya, hal ini tak berlaku di industri sepeda motor. Pasalnya, 85 persen komponen produksi merupakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), sehingga perubahan nilai tukar mata uang bukanlah faktor signifikan.
“Maka dari itu, seharusnya faktor produksi yang mendukung kenaikan harga adalah kenaikan upah pekerja serta inflasi. Tapi upah pekerja hanya naik sekali setahun dan tak ada gejolak ekonomi yang amat sangat di tahun itu,” ungkap Helmi.
Meski demikian, KPPU juga masih melihat hubungan antara peningkatan harga dengan ongkos produksi yang berubah-ubah (variable cost), seperti biaya iklan dan promosi. Jika memang variable cost tidak meningkat lebih besar dibanding fixed cost, maka kenaikan harga terbilang tidak wajar.
“Kami tetap sesuai dugaan sebelumnya, bahwa indikasi kenaikan ini ada permainan. Kedua merek ini adalah pemain besar pasar motor matic. Jika kedua pemain menguasai pangsa pasar lebih dari 50 persen, maka konsumen bisa punya pola pikir kalau kenaikan harga ini adalah sesuatu yang wajar,” jelasnya.
Menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sepanjang tahun 2015, Honda masih memimpin di pasar matic dengan pangsa pasar 76,9 persen. Sementara itu, Yamaha menempati posisi kedua dengan raihan 16,73 persen. Sehingga, gabungan keduanya mengambil pangsa pasar 93,63 persen penjualan matic nasional.

Di Balik Dugaan Praktek Kartel Yamaha-Honda Yang Terkesan Wajar
Tim Investigator Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berpendapat kenaikan harga skuitk 110 – 125cc merek Honda dan Yamaha pada 2014 yang diduga direncanakan tidak terdeteksi masyarakat. Alasannya, kenaikan harga itu bisa dinilai wajar karena dilakukan dua produsen yang memproduksi Skutik paling banyak di dalam negeri.
Helmi Nurjamil, salah satu dari tim investigator, menjelaskan, Selasa (6/9/2016), jika kenaikannya dilakukan seragam oleh para penguasa pasar maka kesannya normal sebab sebagian besar produk di pasar naik.
“Ada beberapa produsen tapi hanya ada dua pelaku usaha yang memiliki konsentrasi pasar tinggi maka pola pikir konsumen akan terbentuk. Karena lebih dari 75 persen, maka ketika mereka sama-sama menaikkan harga maka masyarakat bisa menilai ini wajar,” ucap Helmi.
Anggapan wajar itu tidak akan terjadi jika kenaikan harga dilakukan oleh merek dengan pasar lebih kecil. “Kalau yang kecil naik konsumen tinggal pindah ke Honda atau Yamaha,” kata Helmi.
Analisa pelanggaran etika bisnis
Menurut saya jika memang berita mengenai kartel harga yang dilakukan oleh pihak Honda dan Yamaha tersebut benar, maka kedua perusahaan otomotif raksasa tersebut bukan saja telah melanggar Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, namun mereka juga telah melanggar prinsip-prinsip di dalam menjalankan bisnis. Prinsip-prinsip etika bisnis yang telah dilanggar yaitu :
·         Prinsip otonomi dalam kasus kartel Yamaha dan Honda Mereka melanggar prinsip otonomi karena membuat keputusan yang tak bertanggung jawab dan merugikan banyak pihak demi kentunga mereka berdua
·         Prinsip kejujuran, mereka sudah tidak jujur karena menerapkan harga jual dan melakukan kenaikan harga tidak sesuai dengan keadaan sesungguhan nya krena kandunga TKDN nya 85% maka fluktuasi kurs dollar tidak berpengaruhi harga mereka, dalam hal ini konsumen di rugikan dan pesaing di rugikan
·         Prinsip keadilan, dalam pelanggaran dia tas honda telah melakukan perjaanjian yang tidak adil karena dua perusahaan besar memainkan harga sehingga sulit bagi pesaing seperti TVS, SUZUKI, Kawasaki, dan KTM untuk masuk kedalam pasar.
·         Prinsip intragritas moral, dengan telah melakukan kartel dan melanggar 3 prinsip etika bisnis di atas maka secara pasti Honda dan Yamaha tidak meliki Intregritas moral baik bagi konsumen ataupun stake holder lain.

Kesimpulan Dan Saran
Kesimpulan
Dalam beretika bisnis perusahaan memiliki peranan yang sangat penting, yaitu membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan dapat menciptakan nilai yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Seperti pada kasus Yamaha dan Honda sudah melakukan pelanggaran etika bisnis dengan melakukan kartel pada produk mereka yang berdampak buruk pada konsumen penggunanya. Yamaha dan Honda telah membohongi publik, dimana perusahaan mempromosikan produknya dan menawarkan harga yang sangat tinggi di bandingkan dengan harga aslinya.
Saran
Bagi perusahaan yang melanggar etika bisnis contoh kasus pada Yamaha dan Honda, sebaiknya membenahi perusahaan nya agar prinsip-prinsip etika bisnis dapat berjalan dengan baik sehingga tidak timbul pelanggaran-pelanggaran lain. Agar dapat menjadi contoh yang baik bagi perusahaan-perusahaan yang lain. Dan sebagai contoh agar tidak mengikuti kesalahan seperti perusahaan tersebut.
Sumber berita Kartel Yamaha-Honda : 

Apa Itu Praktek Dumping ? Salah Satu Pelanggaran Etika Bisnis


Apa Itu Praktek Dumping ? Salah Satu Pelanggaran Etika Bisnis

Apa itu Dumping dalam perdaganagan International? Yang di maksud dengan dumping adalah menjual produk dengan kuantitas yang besar kepada suatu Negara lain dengan harga dibawah harga pasar, atau dibawah harga pokok produk tersebut. Dengan demikian yang merasa keberatan dalam hal ini bukanlah kensumen melainkan produsen barang yang sama di dalam negeri, karena ia akan kalah bersaing, sedang konsumen di untungkan karena harga murah walaupun bersifat sementara. Bisnis damping ini dilakukan karena: Pertama Perusahaan tersebut memiliki persediaan yang sangat banyak dan takut usang tidak laku di jual, maka dijual dengan harga murah. Walaupun ada kerugian tapi tidak sebesar kalau barang tersebut usang tidak laku di jual, ada pengembalian modal walaupun tidak sebesar modal yang di keluarkan.  Kedua Ingin menguasai pasar atau  monopoli. Pelaku dumping menjual barang dengan harga murah bertujuan untuk menguasai pasar dimana ia menghendaki para pesaingnya tidak kuat bersaing melawan dirinya, yang kemudian pesaing ini gulung tikar. Yang pada akhirnya dia sendiri yang operasi dipasar (monopoli). Setelah itu baru harga produk dinaikan. Ia menderita kerugian sifatnya sementara, setelah menguasai pasar dia menarik keuntungan yang sebesar-besarnya dengan menaikan harga semaunya.
Di banyak Negara maju separti di Amirika ini dilarang, dengan undang-undang anti trust dan anti monopoli. Untuk  barang-barang import dalam bisnis internasional  sulit untuk di control dan di buktikan.
Mengapa sistem dumping itu dikatakan tidak etis? Hal ini jelas bahwa perniagaan dengan sistem dumping melanggar etika pasar bebas. Para pelaku bisnis yang bergerak secara internasianal ingin menghormati keutuhan pasar bebas. Ia akan melakukan persaingan secara fair, ini merupakan prinsip dalam sistem pasar bebas. Dengan demikian prinsip ini dilanggar oleh praktek dumping. Disamping itu kalau tujuan dumping adalah untuk monopoli ini jelas melanggar etika dalan bisnis karena merugikan konsumen, walaupun dalam jangka pendek diuntungkan tetapi jangka panjang konsumen di rugikan yaitu harga berang akan jauh lebih tinggi karena adanya monopoli.
Apabila suatu perusahaan dapat menjual harga murah di karenakan perusahaan dapat beroperasi secara efesien maka ini bukan dumping, tetapi apabila perusahaan bukan karena efesiensi tatapi karena upah tenaga kerjanya kecil di bawah standar maka menurut Kwik Kian Gie ini termasuk dumping, ini adalah ketidakadilan dalam memberi upah buruh. Atau dengan cara lain yaitu penyusutan aktiva tetap hanya di bebankan produk dalam negeri, sedang produk yang di ekspor tidak dibebani penyusutan ini juga termasuk damping karena tidak adil dalam pembebanan penyusutan dalam produk.

Sabtu, 15 Juni 2019

Pelanggaran etika Bisnis Iklan Nisan Motor Indonesia dan Analisanya


Pelanggaran etika Bisnis Iklan Nisan Motor Indonesia dan Analisanya



Konsumen merasa dikelabui iklan. Pengacara produsen anggap iklan sebagai cara ‘menggoda’ orang untuk membeli produk.Iklan sebuah produk adalah bahasa pemasaran agar barang yang diperdagangkan laku. Namun, bahasa iklan tidak selalu seindah kenyataan. Konsumen acapkali merasa tertipu iklan.Ludmilla Arief termasuk konsumen yang merasa dikelabui saat membeli kendaraan roda empat merek Nissan March. Jargon ‘city car’ dan ‘irit’ telah menarik minat perempuan berjilbab ini untuk membeli. Maret tahun lalu, Milla– begitu Ludmilla Arief biasa disapa—membeli Nissan March di showroom Nissan Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Sebulan menggunakan moda transportasi itu, Milla merasakan keganjilan. Ia merasa jargon ‘irit’ dalam iklan tak sesuai kenyataan, malah sebaliknya boros bahan bakar. Penasaran, Milla mencoba menelusuri kebenaran janji ‘irit’ tersebut. Dengan menghitung jarak tempuh kendaraan dan konsumsi bensin, dia meyakini kendaraan yang digunakannya boros bensin.“Sampai sekarang saya ingin membuktikan kata-kata city car dan irit dari mobil itu,” ujarnya ditemui wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/4). Setelah satu bulan pemakaian, Milla menemukan kenyataan butuh satu liter bensin untuk pemakaian mobil pada jarak 7,9 hingga 8,2 kilometer (km). Rute yang sering dilalui Milla adalah Buncit–Kuningan-Buncit. Semuanya di Jakarta Selatan. Hasil deteksi mandiri itu ditunjukkan ke Nissan cabang Warung Buncit dan Nissan cabang Halim. Berdasarkan iklan yang dipampang di media online detik dan Kompas, Nissan March mengkonsumsi satu liter bensin untuk jarak bensin 21,8 km. Informasi serupa terdapat di brosur Nissan March. Karena itulah Milla berkeyakinan membeli satu unit untuk dipakai sehari-hari. “Di iklan itu ditulis berdasarkan hasil tes majalah Autobild edisi 197 tanpa mencantumkan rute kombinasi,” imbuhnya.

Pihak Nissan melakukan tiga kali pengujian setelah pemberitahuan Milla. Milla hanya ikut dua kali proses pengujian. Lantaran tak mendapatkan hasil, Milla meminta dilakukan tes langsung di jalan dengan mengikutsertakan saksi. “Saya berharap diadakan road test dengan ada saksi,” kata karyawati swasta itu.Kasus ini akhirnya masuk ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Jakarta. Milla meminta tanggung jawab PT Nissan Motor Indonsia (NMI). Perjuangannya berhasil. Putusan BPSK 16 Februari lalu memenangkan Milla. BPSK menyatakan NMI melanggar Pasal 9 ayat (1) huruf k dan Pasal 10 huruf c Undang-Undang Perlindungan Konsumen. NMI diminta membatalkan transaksi, dan karenanya mengembalikan uang pembelian Rp150 juta.Tak terima putusan BPSK, NMI mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang lanjutan pada 12 April ini sudah memasuki tahap kesimpulan. Dalam permohonan keberatannya, NMI meminta majelis hakim membatalkan putusan BPSK Jakarta. Sebaliknya, kuasa hukum Milla, David ML Tobing, berharap majelis hakim menolak keberatan NMI. Ia meminta majelis menguatkan putusan BPSK. Dikatakan David, kliennya kecewa pada iklan produsen yang tak sesuai kenyataan.“Tidak ada kepastian angka di setiap iklan Nissan March dan tidak ada kondisi syarat tertentu. Lalu kenapa tiba-tiba iklan itu ke depannya berubah dengan menuliskan syarat rute kombinasi dan eco-driving. Ini berarti ada unsur manipulasi,” ujarnya usai persidangan. Kuasa hukum NMI, Hinca Pandjaitan, menepis tudingan David. Menurut Hinca, tidak ada kesalahan dalam iklan produk Nissan March. Iklan dimaksud sudah sesuai prosedur, dan tidak membohongi konsumen. “Iklan Nissan jujur, ada datanya dan rujukannya. Kalau ada perubahan iklan, itu mungkin asumsi merek. Namanya iklan. Itu kan cara menggoda orang,” pungkasnya.

Analisa berdasarkan pengertian etika bisnis menurut Yosephus
Menurut Yosephus (2010) mengatakan bahwa Etika Bisnis secara hakiki merupakan Applied Ethics (etika terapan). Di sini, etika bisnis merupakan wilayah penerapan prinsip-prinsip moral umum pada wilayah tindak manusia di bidang ekonomi, khususnya bisnis. Jadi, secara hakiki sasaran etika bisnis adalah perilaku moral pebisnis yang berkegiatan ekonomi.

Dari kasus yang terjadi pada PT. Nissan Motor Indonesia, menurut saya masuk sebagai salah satu pelanggaran etika dalam berbinis. kenapa? karena seperti yang kita tahu menurut Yosephus diatas bahwa etika bisnis merupakan penerapan prinsip-prinsip moral umum pada wilayah tindak manusia di bidang ekonomi khususnya, bisnisnya. kebohongan atau kepalsuan merupakan salah satu pelanggaran etika bisnis. Sebagai seorang pembisnis atau enterpreneur seharusnya sudah tahu betul bagaimana mestinya ketika memasarkan suatu produk kepada masyarakat. penting sekali mendapatkan pembeli/jumlah konsumen yang banyak. tetapi, lebih baik lagi jika suatu perusahaan mendapatkan banyak konsumen dengan kejujuran yang baik. contohnya, seperti apa yang terjadi pada PT.Nissan Motor Indonesia ini. perusahaan Nissan merupakan salah satu perusahaan transportasi yang besar di Indonesia. sudah kewajiban mereka untuk memberikan pelayanan yang baik dan informasi yang bertanggung jawab yaitu memberikan pemasaran dan informasi yang benar dan jujur.

Analisa berdasarkan teori
1. Teori dentologi
Dalam kasus ini harus nya pemerintah Indonesia melalui YLKI atau Kemenperin memberi teguran dn sanksi bagi NisanMotor Indonesia Agar membuat Iklan yang sesuai dengan spesifikasi barang yang di jual agar memberikan perlingan terhadap hak dan uang yang telah di keluarkan konsumen.
2. Teori teologo
Dalam kasus ini berdasarkan teori teologoa yang dilakukan milla sangat berdasar dan baik agar tidak adalagi masyarakat yang terbohongi oleh iklan dan agar pihak Nisan Motor Indonesia melakukan perbaikan di mobil nya dn melakukan perbaikan strategi pemsran nya
3. Teori Ultitarisme
Yang di lakukan milla terkesan menuduh pihak Nisan motor Indonesia karena menuduh NMI tanpa di dasari pengujian labotarium atau pihak yang berkemampuan di bidang pengujian kendaraan.