Etika Dalam Bertamu
Bertamu merupakan
fungsi sosial di masyarakat dan tidak asing lagi bagi semua orang. Namun tidak
bisa seseorang datang bertamu begitu saja ke rumah orang yang dianggap dekat
sekalipun. Ada hal-hal yang harus diperhatikan bila Anda datang bertamu ke
rumah seseorang.
1. Beritahu Lebih Dahulu
Di kota besar seperti Jakarta, di mana
banyak penghuni rumah sibuk bekerja, sebaiknya beritahu dulu lewat telepon atau
pesan bila ingin bertamu. Bagi orang yang dikunjungi, ini jadi semacam
pemberitahuan, dan dia akan merasa dihargai bila ditanya lebih dulu. Bisa saja
pada waktu Anda datang, dia ada acara lain atau tidak mau diganggu tamu. Bagi
Anda, akan mendapat kepastian, apakah si penghuni ada di rumah dan siap Anda
kunjungi.
2. Tepat Waktu
Bila Anda berjanji datang jam sekian,
usahakan tepat waktu. Ini akan memberi kesan yang baik kepada tuan rumah. Dan
memudahkan tuan rumah mengatur waktu. Bisa saja ia punya kegiatan yang amat
sangat padat, sehingga ketika menyetujui Anda datang pada waktu tertentu, hanya
itu waktu yang ia punya untuk Anda.
3. Masuk Bila Sudah Dipersilakan
Bila ternyata rumah yang Anda datangi
pagarnya dalam keadaan terkunci, cari bel pintu, dan tekan sekali dua kali,
jangan berkali-kali. Bersabarlah sampai ada yang datang membukakan pintu.
Kalaupun pintu rumah tak terkunci, jangan sembarangan masuk, ketuklah atau
bunyikan bel, dan masuk bila sudah dipersilakan.
4. Ucapkan Salam
Bila bertemu penghuni rumah, ucapkan
salam. Sebagai penghormatan kepada pemilik rumah, sekaligus tanda Anda sudah
datang. Begitu juga ketika Anda hendak pamit, ucapkan pula salam.
5. Ingat Waktu
Sedekat apa pun Anda dengan penghuni
rumah, namanya bertamu harus ingat waktu. Lain soal, bila Anda berniat menginap
dan sudah disetujui penghuni rumah. Tapi bila hanya kunjungan biasa, jangan
merasa terlalu santai dan berlama-lama. Katakan langsung tujuan Anda datang.
Ada tuan rumah yang amat sangat ramah, sehingga kelihatannya senang dengan
kunjungan Anda, tapi sebenarnya ia punya kesibukan yang harus dikerjakan.
Jelilah melihat situasi.
6. Jangan Pegang Barang
Selama bertamu, jangan memegang
barang-barang yang ada di rumah tamu, seperti hiasan, album foto atau majalah,
sebelum mendapat izin dari pemilik rumah. Ada tuan rumah yang tak suka
barang-barangnya dipegang. Namun, ada juga yang senang pamer. Cara paling jitu,
ya bertanya. Atau pancing dengan pujian tentang barangnya. Bila reaksinya
ramah, tak masalah. Tapi bila sikapnya enggan, jangan memaksa. Apalagi ini
kunjungan pertama dan hubungan Anda dengan tuan rumah tidak dekat.
7. Jaga Sikap dan Omongan
Bersikaplah sopan selama bertamu,
terutama bila Anda baru berkenalan. Misalnya, Anda baru pindah ke suatu
kompleks dan bertamu ke rumah tetangga untuk berkenalan. Cari topik umum yang
aman dibicarakan, sambil memperkenalkan keluarga atau penghuni rumah Anda. Jaga
omongan Anda, misalnya, jangan sekali-kali mengritik interior rumahnya,
seberantakan apa pun itu.
8. Situasi Rumah
Ada kalanya, situasi rumah yang Anda
datangi sedang tak enak. Misalnya, terjadi pertengkaran antara penghuni rumah.
Meski pertengkaran sudah usai, tetap akan tercipta suasana tidak enak. Bila ini
terjadi, sebaiknya Anda segera pamit. Begitu juga bila ada salah satu anggota
keluarga yang sedang sakit dan memerlukan perhatian dari tuan rumah, sebaiknya
segera mohon diri.
9. Tamu Lain
Bila ternyata di rumah yang Anda
kunjungi ada tamu lain yang datang sebelum Anda, perkenalkan diri Anda kepada
tamu tersebut. Dan lihat situasi, apakah kunjungan Anda bisa lama atau tidak.
Dan apakah yang hendak Anda bicarakan dengan tuan rumah bisa dikemukakan di
depan tamu itu, atau sebaiknya ditunda.







